BERITA, INFORMASI, ARTIKEL, HUMOR, semua ada di SUGAR FM RadioNet.com

BANNER

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

KABAR SEPUTAR TUBAN

JAM SUGAR FM

Rabu, 15 Mei 2013

‘Bentuk BNNK atau Huda Noor Mundur’ Tuntutan Dari Pusat Pelajar Respek Sosial (Puspres).

‘Bentuk BNNK atau Huda Noor Mundur’ Tuntutan Dari Pusat Pelajar Respek Sosial (Puspres). SU94R FM RadioNet.com
Tuntut Dibentuk BNNK, Pelajar Demo Lagi.

Tuban – Sekelompok pelajar yang menamakan diri Pusat Pelajar Respek Sosial (Puspres) mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Mereka kembali melakukan aksi demonstrasi menuntut didirikannya Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) di Tuban.
Kedatangan para pelajar tingkat SMA ini merupakan yang keempat kalinya setelah sebelumnya melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Tuban. Kali ini mereka membawa masa yang lebih banyak.
Sekitar 30 orang pelajar dari beberapa sekolah SMA di Tuban ini melakukan orasi di depan pagar gedung Pemkab dengan dijaga puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sambil membentangkan poster bertuliskan ‘Bentuk BNNK atau Huda Noor Mundur’ mereka berteriak membunyikan yel-yel dan tuntutannya.
“Kami menuntut Hudanoor untuk segera turun dari jabatannya jika BNNK Tuban tidak segera dibentuk,” ungkap salah satu pendemo.
http://kotatuban.com/wp-content/uploads/2013/05/15-puspres.jpg
 Demonstrasi dimulai pukul 14.00WIB hingga pukul 15.30WIB itu dipenuhi berbagai orasi para siswa. Orasi tersebut intinya berisi tuntutan agar Pemerintah, Polisi bisa serius memberantas peredaran narkoba di wilayahnya.

Mereka bahkan menyebut ada oknum di balik maraknya peredaran narkoba di Tuban.
Menurut Sri Rahayu (16), kordinator aksi, demonstrasi ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap degradasi moral generasi muda yang menggunakan narkoba.
"Kami terus memperjuangkan harapan-harapan generasi muda yang menolak peredaran narkoba," kata Sri, Rabu (15/05/2013).
Setelah beberapa saat melakukan orasi, akhirnya 5 perwakilan pelajar akhirnya diijinkan masuk dan Sekretaris Daerah Heri Sisworo, Kepala Dinas Kesehatan Saiful Hadi, dan Kabag Humas Sulistyadi di Ruang rapat Sekretariat Daerah Tuban.
Menanggapi tuntutan para pelajar, Heri Sisworo mengatakan mendukung aksi para pelajar untuk memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Tuban. Mengenai pembentukan BNNK di Tuban Heri mengatakan sebenarnya BNNK Tuban telah ada sejak tahun 2003 yang lalu. Sedangkan, personil dari BNNK ini terdari dari pejabat pemerintahan kususnya Dinkes dan Kepolisian.
 demo-pelajar-di-tuban.jpg
“Ini telah ada Surat Keputusan (SK) dari Bupati yang menjabat saat itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kadinkes Saiful Hadi mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memerangi Narkoba. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kegiatan yang dilakukan antara lain, dengan melakukan tes urine semua pejabat di Tuban untuk mengetahui kandungan narkoba. Juga melakukan seminar-seminar tentang bahaya narkoba.
“Pemerintah lebih menekan pada aspek promotif dan preventif, juga aspek penindakan seperti pencanangan zero narkoba, seminar dan sosialisasi bahaya narkoba dan kita juga akan canangkan kampung anti narkoba,” unkapnya kepada para pelajar.
Presiden Puspres Tuban Hendi Estiono pemberantasan narkoba di Tuban juga terkesan tidak serius. Hal ini terungkap dengan banyaknya pengguna dan penjual narkoba yang tetangkap. Namun, penjual yang tertangkap hanya pengecer sedangkan, bandar narkoba besar tidak pernah tersentuh dari tangan hukum.
Terkait keberadaan BNNK yang diungkapkan Heri Sisworo, Hendi meragukan apakah BNNK Tuban benar-benar ada. Pasalnya ada kesimpangsiuran informasi yang di dapatkannya baik dari pihak DPRD maupun dari Pemda, “Banyak yang melakukan spekulasi setelah kami melakukan demo beberapa kali, kemarin saat kita aksi di DPR katanya BNNK Tuban belum ada,” ungkapnya kepada para wartawan usai aksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA POPULER SUGAR FM