Tuntut Dibentuk BNNK, Pelajar Demo Lagi.

Tuban –
Sekelompok pelajar yang menamakan diri Pusat Pelajar Respek Sosial
(Puspres) mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Mereka
kembali melakukan aksi demonstrasi menuntut didirikannya Badan Nasional
Narkotika Kota (BNNK) di Tuban.
Kedatangan para pelajar tingkat SMA ini
merupakan yang keempat kalinya setelah sebelumnya melakukan audiensi
dengan Wakil Bupati Tuban. Kali ini mereka membawa masa yang lebih
banyak.
Sekitar 30 orang pelajar dari beberapa
sekolah SMA di Tuban ini melakukan orasi di depan pagar gedung Pemkab
dengan dijaga puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Sambil membentangkan poster bertuliskan ‘Bentuk BNNK atau Huda Noor
Mundur’ mereka berteriak membunyikan yel-yel dan tuntutannya.
“Kami menuntut Hudanoor untuk segera turun dari jabatannya jika BNNK Tuban tidak segera dibentuk,” ungkap salah satu pendemo.

Demonstrasi dimulai pukul 14.00WIB hingga pukul 15.30WIB itu dipenuhi berbagai orasi para siswa. Orasi tersebut intinya berisi tuntutan agar Pemerintah, Polisi bisa serius memberantas peredaran narkoba di wilayahnya.
Mereka bahkan menyebut ada oknum di balik maraknya peredaran narkoba di Tuban.
Menurut Sri Rahayu (16), kordinator aksi, demonstrasi ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap degradasi moral generasi muda yang menggunakan narkoba.
"Kami terus memperjuangkan harapan-harapan generasi muda yang menolak peredaran narkoba," kata Sri, Rabu (15/05/2013).

Demonstrasi dimulai pukul 14.00WIB hingga pukul 15.30WIB itu dipenuhi berbagai orasi para siswa. Orasi tersebut intinya berisi tuntutan agar Pemerintah, Polisi bisa serius memberantas peredaran narkoba di wilayahnya.
Mereka bahkan menyebut ada oknum di balik maraknya peredaran narkoba di Tuban.
Menurut Sri Rahayu (16), kordinator aksi, demonstrasi ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap degradasi moral generasi muda yang menggunakan narkoba.
"Kami terus memperjuangkan harapan-harapan generasi muda yang menolak peredaran narkoba," kata Sri, Rabu (15/05/2013).
Setelah beberapa saat melakukan orasi,
akhirnya 5 perwakilan pelajar akhirnya diijinkan masuk dan Sekretaris
Daerah Heri Sisworo, Kepala Dinas Kesehatan Saiful Hadi, dan Kabag Humas
Sulistyadi di Ruang rapat Sekretariat Daerah Tuban.
Menanggapi tuntutan para pelajar, Heri
Sisworo mengatakan mendukung aksi para pelajar untuk memberantas
peredaran narkoba di Kabupaten Tuban. Mengenai pembentukan BNNK di Tuban
Heri mengatakan sebenarnya BNNK Tuban telah ada sejak tahun 2003 yang
lalu. Sedangkan, personil dari BNNK ini terdari dari pejabat
pemerintahan kususnya Dinkes dan Kepolisian.

“Ini telah ada Surat Keputusan (SK) dari Bupati yang menjabat saat itu,” ungkapnya.

“Ini telah ada Surat Keputusan (SK) dari Bupati yang menjabat saat itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kadinkes Saiful Hadi
mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk
memerangi Narkoba. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kegiatan
yang dilakukan antara lain, dengan melakukan tes urine semua pejabat di
Tuban untuk mengetahui kandungan narkoba. Juga melakukan seminar-seminar
tentang bahaya narkoba.
“Pemerintah lebih menekan pada
aspek promotif dan preventif, juga aspek penindakan seperti pencanangan
zero narkoba, seminar dan sosialisasi bahaya narkoba dan kita juga akan
canangkan kampung anti narkoba,” unkapnya kepada para pelajar.
Presiden Puspres Tuban Hendi Estiono
pemberantasan narkoba di Tuban juga terkesan tidak serius. Hal ini
terungkap dengan banyaknya pengguna dan penjual narkoba yang tetangkap.
Namun, penjual yang tertangkap hanya pengecer sedangkan, bandar narkoba
besar tidak pernah tersentuh dari tangan hukum.
Terkait keberadaan BNNK yang diungkapkan
Heri Sisworo, Hendi meragukan apakah BNNK Tuban benar-benar ada.
Pasalnya ada kesimpangsiuran informasi yang di dapatkannya baik dari
pihak DPRD maupun dari Pemda, “Banyak yang melakukan spekulasi setelah
kami melakukan demo beberapa kali, kemarin saat kita aksi di DPR katanya
BNNK Tuban belum ada,” ungkapnya kepada para wartawan usai aksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar