Digital clock

BANNER

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

KABAR SEPUTAR TUBAN

JAM SUGAR FM

Selasa, 16 Desember 2014

Parengan, Putus Cinta, Foto Bugil Disebar Luaskan.

Parengan, Putus Cinta, Foto Bugil Disebar Luaskan. SU94R FM RadioNet.com   
Tak Terima Diputus Cintanya, Foto Bugil Pacar Disebarkan.
Reporter : M Muthohar. 
Tuban - (beritajatim.com) - Juliyanto alias Keceng (18), pelajar asal Desa Brangkal, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban harus berurusan dengan pihak kepolisian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban lantaran diduga mencabuli dan menyetubuhi gadis SMA, Minggu (24/12/2014).

Pelajar SMK Negeri kelas tiga tersebut diduga telah melakukan persetubuhan terhadap BP (16), gadis SMA asal Kecamatan Parengan, setahun yang lalu. Juliyanto telah dua kali menyetubuhi BP yang saat itu masih kelas 1 di salah satu SMA Negeri.

"Usaha pelaku untuk mengajak korban melakukan persetubuhan sudah beberapa kali. Modusnya pelaku meminta korban untuk bermain ke rumah pelaku saat rumah dalam keadaan sepi," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Terungkapnya kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut berawal saat pelaku tidak lagi berhubungan asmara dengan korban lantaran sudah putus. Namun diduga akibat tak terima diputus, pelajar tersebut menyebarkan foto bugil korban di jejaring sosial facebook.

"Foto porno itu menyebar hingga sampai orang tua korban yang diberitahu oleh tetangganya. Sehingga korban ditanya oleh orang tuanya dan mengaku telah disetubuhi korban," lanjut Kasat Reskrim kelahiran Bojonegoro.

Tak terima dengan perbuatan Yuliyanto yang telah menyetubuhi BP, orang tua korban melaporkan pelaku kepada pihak kepolisian Polres Tuban. Dalam pemeriksaan pelaku telah dua kali mencabuli korban dan dua kali melakukan persetubuhan dengan gadis 16 tahun tersebut.

"Pelaku sudah kita lakukan pemeriksaan dan kita tetapkan sebagai tersangka. Ia kita jerat dengan pasal 82 dan 81 UU RI nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun," pungkasnya.[mut/kun]

Sepak Bola, Tim Persatu Tuban Berhasil Masuk Divisi Utama.

Sepak Bola, Tim Persatu Tuban Berhasil Masuk Divisi Utama. SU94R FM RadioNet.com   
Juara Liga Nusantara, Pemain Persatu Tuban Diarak Keliling Kota.
Reporter : M Muthohar.
Juara Liga Nusantara, Pemain Persatu Diarak Keliling Kota
Tuban (beritajatim.com) - Setelah berhasil menyingkirkan beberapa lawannya saat menjalani babak delapan besar Liga Nusantara di Jogjakarta beberapa hari lalu, akhirnya tim Persatu Tuban berhasil merebut gelar juara dalam liga tersebut, Senin (15/12/2014).

Hal tersebut mampu mengantarkan tim Persatu Tuban melenggang masuk dalam Divisi Utama. Sehingga kedatangan tim Persatu Tuban dengan membawa piala Liga Nusantara tersebut langsung disambut para sporter dan para pemain di arak keliling Tuban.

Kedatangan para pemain Persatu dari Jogjakarta tersebut sudah disambut para Ronggo Mania (sporter Persatu Tuban) mulai dari wilayah Kecamatan Soko, Tuban yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro. Kemudian arak-arakan pemain dari Piala Juara tersebut melewati Kecamatan Rengel, Plumpang dan masuk kawasan kota Tuban. 

Konvoi kendaraan untuk kirab pemain dan juga official Tim Persatu Tuban dilanjutkan dengan melewati sejumlah jalan-alan Protokol tengah Kota Tuban. Di belakang rombongan pemain tersebut ikuti sekitar dua ribu Ronggo Mania dari berbagai usia kemudian finish di Pendopo Kabupaten Tuban. 

Fahmi Fikroni, selaku Manager Tim Persatu Tuban Fahmi mengatakan bahwa, Persatu kini telah naik kasta lebih tinggi yaitu masuk pada Divisi Utama. Hal tersebut menjadi pencapaian yang luar biasa setelah perjuangan panjang dilakukan selama beberapa hari di babak delapan besar yang dilaksanakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jogjakarta.

"Alhamdulillah, ini adalah pencapaian yang luar biasa. Dan ini sesuai target kita untuk memboyong piala Liga Nusantara yang pertamakalinya, telah tercapai," ungkap Fahmi Fikroni, setelah kirab Piala Liga Nusantara tersebut.

Dalam final Liga Nusantara beberapa hari lalu, para pemain Persatu Tuban bisa bermain maksimal dan berhasil mengalahkan lawanya yakni Laga Fc Surabaya dengan skor tipis 2-1 atas keunggulan Persatu Tuban. Dua gol tersebut berhasil membawa Persatu menjadi juara dan membawa Laga Fc Surabaya, yang harus menerimma berada diposisi Runer Up di Liga Nusantara.[mut/ted]

Rumah Di Perum Karang Indah Dibobol Maling.

Rumah Di Perum Karang Indah Dibobol Maling. SU94R FM RadioNet.com   
Ditinggal Jemput Sekolah Rumah Dibobol Maling.
Reporter : M Muthohar.Ditinggal Jemput Sekolah, Rumah Dibobol Maling
Tuban (beritajatim.com) - Aksi pembobolan rumah kosong yang ditinggalkan oleh pemiliknya terjadi di wilayah Perumahan Karang Indah, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Senin (15/12/2014).

Dalam aksi pembobolan rumah yang diketahui milik Denik Oktaviana (32) yang berada di Blok AA nomer 23 Perum Karang Indang tersebut, pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang berhasil mengasak beberapa barang dan juga uang tunai dengan total jutaan rupiah.

Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, kejadian pembobolan rumah kosong tersebut terjadi pada siang bolong. Saat itu Denik pemilik rumah sedang menjemput anaknya sekolah, sedangkan sang suami sedang bekerja.

Korban baru tahu kalau rumahnya telah dimasuki orang setelah datang dari menjemput anaknya. Denik sangat kaget saat akan masuk rumah kunci pagar sudah dalam keadaan rusak serta pintu utama rumah tersebut juga rusak lantaran dicongkel komplotan pencuri itu.

"Saay pulang sekolah saya lihat pintu samping rumah telah rusak. Kemudian saya masuk cek kamar ternyata kondisi sudah acak-acakan," terang Denik, pemilik rumah tersebut.

Mengetahui kamarnya sudah dalam kondisi acak-acakan, korban langsung melakukan pengecekan barang-barang berharga yang ada di dalam kamar tersebut. Setelah dicek korban baru mengetahui bahwa uang tunai, kamera dan juga perhiasan berupa gelang telah hilang dari tempat ia menyimpan.

"Tadi mengetahui saya kemalingan saya langsung lapor polisi," lanjut ibu-ibu tersebut.

Petugas kepolisian dari Sat Reskrim Polres Tuban yang mendapatkan laporan tersebut langsung melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban yang ada di komplek perumahan itu. Adapun untuk total kerugian ditaksir mencapai sekitar delapan juta rupiah.

"Kita telah melakukan identifikasi di rumah korban dan telah mendapatkan sidik jari pelaku. Kita masih melakukan penyelidikan dan pengejaran para pelaku, semoga segera tertangkap," jelas AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.[mut/ted]

BERITA POPULER SUGAR FM