Digital clock

BANNER

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

KABAR SEPUTAR TUBAN

JAM SUGAR FM

Senin, 20 Oktober 2014

Pemuda Mabuk Bawa Pedang Rusak Rumah Dan Tantang Warga.

Pemuda Mabuk Bawa Pedang Rusak Rumah Dan Tantang Warga. SU94R FM RadioNet.com  
Pemuda Mabuk Sambil Bawa Pedang Menantang Warga Karanglo Kerek.

Tuban - Merasa harga dirinya diinjak-injak karena dikatakan pemabuk, Siswadi (21), warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ngamuk rusak rumah warga. Bahkan sejumlah warga yang sedang tidur di Masjid ditantangnya. Akibat perbuatannya ini dia berurusan dengan aparat hukum untuk mempertanggung-jawabkan perbuatanya.

Berdasarkan informasi dari Mapolsek Kerek menyebutkan kejadian ini bermula saat Minggu (12/10/2014) malam Siswadi ngamuk. Dengan membawa sebilah pedang merusak beberapa rumah warga.
Salah satu rumah yang paling parah adalah milik Hadi Purwanto (34), warga setempat, yang mengalami kerusakan teras rumah, pintu dan dinding rumah yang terbuat dari kayu.

“Sebelum merusak rumah warga pelaku minum arak untuk menguatkan mentalnya saat melakukan perusakan tersebut. Rumah yang paling parah dirusak milik Hadi Purwanto, yang mengalami kerusakan pada pintu, kusen-kusen dan jendela rumahnya, padahal korban tidak merasa mengejek pelaku,” jelas Kanit Reskrim Polsek Kerek, Aiptu Jumadi, Jumat (17/10/2014).

Selain merusak rumah warga, pelaku juga berteriak-teriak menantang warga yang sedang tidur di Masjid setempat untuk diajak berkelahi. Namun tidak ada satupun warga yang meladeni ulah pelaku. Petugas Polsek Kerek yang mendapatkan informasi ini langsung datang ke lokasi dan menangkap pemuda yang tengah mabuk miras dan dibakar emosi ini.

“Pelaku sudah kita amankan beserta barang bukti sebuah pedang dengan panjang sekitar 70 centimeter, dan pelaku kita kenai dengan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951  karena membawa senjata tajam dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun,” katanya.

Mobil Terperosok Saat Akan Ke Air Terjun NGLIRIP.

Mobil Terperosok Saat Akan Ke Air Terjun NGLIRIP. SU94R FM RadioNet.com   
Avansa Terperosok Di Tepi Jalan Saat Mau Ke Air Terjun NGLIRIP.
Tuban - Rombongan warga Surabaya yang mengendarai mobil Avanza Nopol W 1992 AN, Minggu (19/10/2014) di jalanan Montong-Jojogan, kawasan hutan Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kab. Tuban masuk parit. Gara-gara saat putar balik terperosok ke tebing jalan hingga badan kendaraan terjatuh.

Awalnya rombongan ini usai menghadiri acara resepsi pernikahan di kawasan Kecamatan Senori. Kemudian hendak melanjutkan perjalanan ke kawasan wisata Air Terjun Nglirip, Desa Mulyoagung. Karena tidak pernah berwisata ditempat ini, rombongan ini tidak mengetahui lokasi hingga terlanjur melewati Nglirip arah ke Timur hingga sekitar 3 Km.
Mengetahui lokasi Nglirip sudah lewat, pengemudi mobil Hariono (32), Warga Gadel Tengah No. 35 Rt. 07 Rw. 06 Surabaya ini putar balik kendaraanya. Karena tidak menguasai medan, mobil saat mundur terlanjur keluar badan jalan dan terperosok ke tebing jalan hingga akhirnya terjatuh.
Beruntung akibat kejadian ini tidak menyebabkan korban jiwa. Diperkirakan karena kerusakan mobil, mengalami kerugian material sekitar Rp. 5 juta.

Kapolsek Singgahan, AKP Totok Wijanarko mengatakan proses evakuasi mobil berlangsung sekitar 1,5 jam dengan menggunakan Rig sederhana yang dimiliki oleh salah satu warga Mulyoagung. “Saat putar balik kebablasan akhirnya masuk ke parit tepi jurang. Evakuasi dibantu warga,” jelasnya.

Pengendara Motor Tewas Dalam Kecelakaan Di Tuban.

Pengendara Motor Tewas Dalam Kecelakaan Di Tuban. SU94R FM RadioNet.com   
Angka Kecelakaan Dengan Korban Tewas Di Tuban Semakin Meningkat.
Tuban - Dalam semalam dua nyawa melayang di jalur Pantura Tuban dengan kondisi mengenaskan setelah mengalami kecelakaan antara sepeda motor dengan sepeda di dua lokasi yang berbeda, Minggu (19/10/2014).

Dua peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan dua nyawa melayang tersebut terjadi di jalur Tuban-Gresik, Desa Glodok, Kecamatan Palang, dan satunya terjadi di jalan raya Tuban-Surabaya, Desa Minohorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Dua korban tewas dalam kecelakaan sepeda motor tersebut adalah Agus Kiswanto (28), warga Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Tuban. Korban tewas setelah mengalami kecelakaan di jalan Tuban-Gresik, Desa Glodok, Kecamatan Palang, Tuban.

Satu korban tewas lainnya adalah Kasnoto (27), warga Desa Minohorejo, Kecamatan Widang, Tuban. Ia tewas di jalan raya Tuban-Surabaya Desa Minohorejo, Kecamatan Widang setelah sepeda motornya mengalami kecelakaan dengan sepeda lainnya.

"Kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Adapun untuk kecelakaannya melibatkan sepeda motor dengan sepeda motor," terang IPDA Nungki, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Kecelakaan yang menewaskan Kiswanto tersebut berawal saat korban mengendarai sepeda motor tanpa adanya surat-surat dan berjalan dari arah Timur. Sedangkan dari arah berlawanan muncul sepeda motor nopol S 5891 FA yang dikendarai oleh Nur Syaifudin (14), pelajar asal Desa Ketambul, Kecamatan Palang, Tuban.

"Saat kejadian, sepeda motor korban ditabrak oleh pelajar itu yang berjalan terlalu kekanan. Sehingga kecelakaan tidak bisa terhindarkan," lanjut Kanit Laka.

Sementara itu, untuk Kastono mengalami kecelakaan saat akan menyeberang di jalan raya Tuban-Surabaya itu. Namun saat itu korban yang menggunakan sepeda motor ditabrak sepeda motor lain yang berjalan dengan kecepatan tinggi.

"Kita masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengendara yang terlibat dalam kecelakaan itu. Termasuk melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan itu," ungkapnya.

Sementara itu, dalam dua peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Malam Minggu saat itu, mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka dan harus di rawat di RSUD Dr Koesma Tuban. Sedangkan untuk jenazah para korban kecelakaan sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.

BERITA POPULER SUGAR FM