Digital clock

BANNER

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

KABAR SEPUTAR TUBAN

JAM SUGAR FM

Sabtu, 26 Juli 2014

Pembuatan Drainase dan Pembongkaran Jembatan Di Merakurak Ganggu Arus Mudik Lebaran.

Pembuatan Drainase dan Pembongkaran Jembatan Di Merakurak Ganggu Arus Mudik Lebaran. SU94R FM RadioNet.com  
Pembuatan Drainase Di Merakurak Bikin Kemacetan Lalu-lintas Arus Mudik.
 
Tuban - Proyek pembangunan Drainase di Desa Sambonggede dan Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak banyak dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, proyek itu dinilai tidak tepat waktu, karena bersamaan dengan arus mudik lebaran tahun ini. Sehingga, tumpukan material itu mengganggu lalulintas, Sabtu (26/07/2014).
Kemacetan arus lalulintas terjadi terutama di depan Pasar Desa Sambonggede. Sebab, di sepanjang jalan tersebut tumpukan material tanah bekas galian di tumpuk di bahu jalan. Selain itu, di depan Pasar tersebut di sisi kanan kiri jalan juga digunakan lahan parkir. Belum lagi ulah mobil penumpang umum (MPU) yang menurunkan atau menaikkan penumpang secara sembarangan.
 
”Seharusnya peroyek kayak gini enggak pas mau lebaran begini. Karena jika menjelang lebaran arus lalulintas jelas padat. Jadi pengguna jalan sangat terganggu sekali dengan adanya proyek ini,” terang, Amin (31) salah satu pengguna jalan.
Menurutnya, jalan di depan Pasar tersebut dapat dipastikan terjadi kemacetan di Pagi hari. Pasalnya, di Pagi hari waktunya orang berangkat bekerja dan pasar buka. ”Kondisi ini sudah terjadi hampir dua minggu,” tandasnya.
Dia mengatakan, seharusnya, tanah bekas galian tersebut langsung dibuang, tidak ditumpuk di bahu jalan. Sehingga, tidak mengganggu pengguna jalan.
”Tumpukan tanah Itukan berbahaya dan mengganggu bagi pengguna jalan, dan jika tanah itu bercampur air juga licin dan dapat membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya.
 
Kepala Dinas PU Tuban Choliq Qunnaisich.
Menanggapi seringnya terjadi kemacetan lalulintas (Lalin) di Jalan Merakurak-Tuban, di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Dinas Pekerjaan Umum (PU) bakal melalakukan koordinasi dengan Kepolisian. Kemacetan itu dipicu adanya pembongkaran Jembatan di Desa Mandirejo.
“Kita aka kordinasikan itu dengan pihak lalulintas, terutama jam-jam padat. Kami akan minta petugas untuk mengatur lalulintas, utamanya di Jembatan Darurat,” ujar Kepala PU Tuban, Choliq Qunasich, Sabtu (26/07/2014).
Dia menjelaskan, selama ini pengaturan jalan dilakukan oleh pekerja dari pemegang proyek pembangunan Jembatan hingga Malam hari. Namun tiadanya petugas Kepolisian kerap membuat pengguna jalan yang akan melintas tidak memperhatikan arahan penjaga dan nekat menerobos sehingga kemacetan terjadi di sekitar Jembatan Darurat.
“Memang selama ini hanya dijaga oleh pekerja proyek saja, makanya kadang pengguna jalan itu tetap menerobos,” jelas Choliq.
Karena sering macet, banyak pengguna jalan yang mengeluhkan pembangunan Jembatan yang dilaksanakan pada musim mudik lebaran itu. Padahal,  jalur tersebut memang sudah cukup padat meski hari-hari biasa.
“Memang  jadwalnya bulan ini kita mulai, kalau nunggu selesai lebaran baru dibangun ada waktu tiga minggu yang terbuang, itu tidak kami lakukan karena pengerjaan jembatan harus diselesaikian secepatnya,” tambahnya.
Sementara itu, menanggapi kondisi Jembatan Darurat yang dinilai terlalu sempit, Choliq mengaku,  jembatan itu  sudah cukup karena kendaraan yang diijinkan melintas hanya kendaraan pribadi dan jenis MPU. Sedangkan untuk kendaraan angkutan barang dan truk harus melewati  jalur alternatif, Jalan Pantura Sugirwaras, Jenu.
“Tidak ada masalah dengan Jembatan Daruratnya, memang peruntukanya seperti itu. Kendaraan besar lewat alternatif saja. Jika memang  tidak ada jalan alternatif, Jembatan Darurat yang kita buat tentunya akan memiliki kapasitas untuk semua kendaraan,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, jembatan di Desa Mandirejo, Merakurak yang dibongkar sejak dua pekan terahir kerap menimbulkan kemacetan panjang, terutama pada pagi dan sore hari.

Jumat, 25 Juli 2014

Merasa Terancam, Penumpang Bus Nekat Lompat Hingga Terluka.

Merasa Terancam, Penumpang Bus Nekat Lompat Hingga Terluka. SU94R FM RadioNet.com  
Pemudik Nekat Lompat Dari Dalam Bus.
 
Tuban - Seorang pemudik nekad lompat dari dalam bus yang masih dalam kondisi berjalan saat melintas di jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Kota Tuban, Kamis (24/07/2014) petang.

Beruntung saat melompat dari dalam bus dengan cara memecahkan kaca itu, kendaraan bus rombongan pemudik dalam kondisi pelan.

Sehingga korban tidak sampai mengalami luka parah, hanya saja pemudik itu mengalami luka di perut, tangan dan kepala akibat pecahan kaca.

Seorang pemudik yang nekad melompat dari dalam bus tersebut diketahui bernama Mardi (54), warga Parilalang, Kecamatan Rangkoe, Pangkal Pinang. Mardi bersama keluarganya itu melakukan perjalanan dari Pangkal Pinang dan akan mudik ke Bangkalan, Madura.

Peristiwa melompatnya pemudik dari dalam bus itu berawal saat bus mini nopol BM 7009 GU yang mengangkut rombongan pemudik sebanyak 45 orang itu melintas di jalan Panglima Sudirman, Kota Tuban menuju arah Surabaya.

Namun saat sampai di lokasi kejadian bus berjalan lambat karena arus lalu lintas padat. Kemudian secara tiba-tiba Mardi terlihat melompat dari dalam bus dengan cara memecahkan kaca bus sebelah kiri.

"Tadi warga sekitar yang melihat sangat kaget. Tiba-tiba ada orang yang melompat dari dalam bus lewat kaca dan langsung terjatuh," ujar Udin, salah satu warga yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Mengetahui kejadian itu, petugas Kepolisian Polres Tuban yang ada di sekitar lokasi yang sedang mengatur arus lalu lintas langsung menghentikan bus tersebut. Petugas langsung meminta semua penumpang bus itu untuk turun lantaran korban mengaku takut dibunuh.

Sementara itu, menurut Mardi, pemudik yang nekad melompat itu mengaku mendapatkan ancaman dari teman sesama rombongan. Ia mengaku jika ada beberapa orang dari rombongannya itu mau membunuhnya.

"Saya tadi sudah terus berdoa karena saya diancam mau dibunuh. Saya sudah takut, kemudian mukul kaca sebelah kiri dan langsung lompat keluar," cerita Mardi, saat di Polres Tuban.

Petugas Kepolisian jajaran Polres Tuban masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti dari aksi lompat dari dalam bus yang dilakukan pemudik itu. Semua penumpang bus mini itu masih berada di Mapolres Tuban untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

Tukang Becak Curi Di Warung, Tertangkap Polisi.

Tukang Becak Curi Di Warung, Tertangkap Polisi. SU94R FM RadioNet.com  
Lebaran Tak Punya Uang, Tukang Becak Nekat Bobol Warung.
 
Tuban - Tidak memiliki uang saat akan Lebaran dua pemuda bertato yang juga Tukang Becak yang biasa mangkal di Terminal Wisata Kebonsari, nekat membobol warung yang ada di Dusun Mulung, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak.
Mereka membawa kabur satu diesel dan uang tunai senilai Rp 200 ribu, magic com, dan beberapa renteng kopi saset di warung milik Joko Sunyoto. Diketahui kedua Tukang Becak tersebut adalah Tio alias Hery (28), asal Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, dan Agus Setyono (30), asal Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban.
”Selama ini saya mbecak di Terminal Wisata Kebonsari. Dan selama bulan puasa ini wisata sepi dan saya tidak ada penghasilan. Padahal, menjelang lebaran begini anak minta baju baru. Selain itu, juga untuk zakat fitrah. Jadi saya terpaksa mencuri,” ujar salah satu tersangka kepada penyidik, Kamis (24/07/2014).
 
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Suhariyono, mengungkapkan, kalau kedua tersangka masuk ke warung milik korban dengan cara membobol pintu belakang. ”Mereka mengambil disel, majic com, beberapa renteng kopi saset, dan uang Rp 200 ribu. Sehingga, total kerugian ditaksir Rp 2,6 juta,” terangnya.
Menurutnya, kedua pelaku ditangkap petugas setelah adanya laporan dari korban dan berbekal dari keterangan saksi-saksi dan hasil dari penyidikan. ”Kedua pelaku diacam dengan pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara,” pungkasnya.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H

BERITA POPULER SUGAR FM