Digital clock

BANNER

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

KABAR SEPUTAR TUBAN

JAM SUGAR FM

Senin, 25 Januari 2016

Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik Kerupuk di Tuban.

SU94R FM RadioNet.com
Pabrik Kerupuk Hangus Terbakar Dilalap Si Jago Merah.

SU94R FM RadioNet.com - Terjadi Kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah industri pembuatan Kerupuk Bandungan yang berada di Kampung Dukuhan, Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, Senin (25/01/2016).

Pabrik Kerupuk tersebut milik Umar Sasmita (55), warga setempat. Api yang membubumbug tinggi sempat membuat khawatir dan panik warga sekitar. Sebab, di tempat tersebut banyak tumpukan kayu bahan bakar pengolahan kerupuk.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 Wib. Saat semua aktifitas produksi selesai dilakukan para pekerja pabrik kerupuk.

“Semua pekerja sudah pulang, belum tahu kenapa terbakar,”uja Umar Sasmita, pemilik pabrik.

Kebakaran pertama kali diketahui sejumlah warga sekitar pabrik. Mereka melihat asap mengepul tebal dari salah satu sisi pabrik kerupuk disusul kobaran api yang membesar diatas atap bangunan.

“Tadi saya melihat ada asap tebal disusul api yang cukup besar. Warga sini juga langsung panik,” kata salah satu warga sekitar pabrik kerupuk itu.

Api dengan cepat membakar pabrik kerupuk hingga meludeskan hampir seluruh bagian pabrik,. Meski hujan gerimis mengguyur di lokasi itu, bayaknya bahan-bahan mudah terbakar membuat api terus berkobar dan menghanguskan bangunan itu.

“Tadi sudah berusaha dimatikan pakai air seadanya, tapi api semakin besar. Jadi apinya sulit dimatikan,” lanjutnya.

Api baru dapat dipadamkan sekitar satu setengah jam, dengan mendatangkan sedikitnya empat unit pemadam kebakaran, termasuk tim pemadam dari PT Semen Gresik Tuban.

Sementara kasus kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Pemilik banguna. Juga tengah menghitung kerugiannya.



Jumat, 08 Januari 2016

Kebakaran TBBM PERTAMINA Jenu Tuban.

Terjadi Kebakaran Pipa Minyak TBBM Pertamina Di Tuban.
Tuban - Kebakaran terjadi di dalam lokasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik PT Pertamina yang berada di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Api diduga berasal dari salah satu pipa minyak yang ada di dalam kawasan tersebut, Kamis (07/01/2016) malam.

Kebakaran di dalam lokasi penyimpanan minyak tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 Wib. Api muncul dari salah satu titik pipa yang ada di dalam lokasi penyimpanan bahan bakar minyak tersebut.

Kebakaran tersebut membuat sejumlah warga masyarakat yang tinggal tak jauh dari lokasi TBBM yang ada di Desa Remen dan Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Tuban itu panik. Warga yang mendengar sirine kebakaran itu langsung berlarian keluar rumah.

"Tadi sekitar pukul sembilan lebih kebakarannya. Pas lagi tidur langsung dibangunkan warga, langsung lari," terang Darmu, salah satu warga Desa Remen, Kecamatan Jenu, yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi TBBM Tuban itu.

Menurut warga, api yang ada di dalam lokasi TBBM tersebut dengan cepat membesar hingga terlihat dari luar lokasi kilang. Warga langsung melihat dan berkumpul di sekitar lokasi kebakaran untuk memastikan kebakaran itu masih aman atau tidak.

Api yang membesar tersebut terjadi sekitar hampir satu jam setengah. Sejumlah kendaraan mobil PMK dari TPPI dan juga PMK dari Pemkab Tuban datang ke lokasi TBBM tersebut untuk memadamkan api.

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab dari kebakaran dan yang terbakar dari tempat penyimpanan BBM yang biasa digunakan untuk menyuplai di wilayah Jawa Timur. Sedangkan untuk api saat ini sudah berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Senin, 04 Januari 2016

Ratno Candra Miko Warga Sidorejo Tuban Setubuhi Gadis 15 Tahun.

SU94R FM RadioNet.com
Candra, Setubuhi Gadis 15 Tahun, Rekam Videonya.
 
Tuban -  Dengan rayuan mautnya, Ratno Candra Miko (28) Duda satu anak asal Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban berhasil mencabuli dan dua kali menyetubuhi gadis yang masih duduk di bangku kelas 2 tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

Tak hanya itu, pria pengangguran tersebut juga merekam adegan seksualnya dengan korbannya. Yang mana tujuannya pelaku merekam video saat berhubungan layaknya suami istri tersebut akan digunakan untuk memeras korban demi mendapatkan uang.

Kasus pencabulan terhadap gadis yang baru berusia 15 tahun yang dilakukan Duda itu berawal saat pelaku kenal dengan korban melalui media sosial (Medsos). Kemudian pelaku meminta nomor telepon milik korban dan selanjutnya mereka berhubungan semakin dekat lantaran pelaku sering sms dan telepon korban.

"Pertama kali pelaku kenal dengan korban itu lewat HP. Kemudian pelaku sering sms kepada korban untuk mengajak bertemu," terang AKBP Guruh Arif Darmawan, Kapolres Tuban saat melakukan press release, Minggu (03/01/2016).

Melalui sms itu, pria yang mengaku sebagai mahasiswa tersebut terus merayu korban yang masih anak-akan di bawah umur tersebut untuk diajak berpacaran. Selanjutnya, setelah akrab pelaku yang sudah pisah dengan istrinya tersebut langsung mengajak korban untuk menginap di hotel yang ada di jalan KH Musta'ian, Kota Tuban.

"Dari pengakuan pelaku ia melakukan persetubuhan sebanyak dua kali. Pertama pada Bulan November dan yang kedua bulan Desember kemarin," lanjut Kapolres Tuban kepada para wartawan.

Dalam aksinya melakukan persetubuhan yang kedua kalinya itu, Ratno merekam perbuatannya dengan korban yang masih anak-anak itu. Tujuannya untuk meminta uang kepada keluarga korban dengan mengancam akan menyebarkan video itu jika permintaan tidak di kabulkan.

"Video itu kemudian digunakan tersangka untuk memeras korban. Awalnya minta Rp 500.000, tapi tidak diberi, lalu minta lagi Rp 3 juta juga tidak diberi. Tersangka kemudian mengancam, kalau tidak diberi akan menyebarkan video itu," ungkapnya.

Perbuatan Ratno yang keterlaluan tersebut akhirnya justru mendapatkan perlawanan dari keluarga korban. Orang tua korban yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkan pria bertubuh kecil itu kepada pihak kepolisian Polres Tuban dan pelaku akhirnya di ringkus serta kini ditahan di Polres Tuban.

"Kita masih mengembangkan apakah masih ada korban lain dari perbuatan pelaku ini. Pelaku kita jerat dengan Undang-undang perlindungan anak saja, karena untuk kasus pemerasannya belum sempat terjadi," pungkasnya.

BERITA POPULER SUGAR FM