Digital clock

BANNER

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

KABAR SEPUTAR TUBAN

JAM SUGAR FM

Rabu, 01 Oktober 2014

Kado Bunga Sampah Untukmu Dewan.

Kado Bunga Sampah Untukmu Dewan. SU94R FM RadioNet.com   

Ketua DPRD Tuban Dikado Bunga Sampah Oleh Aktifis Perempuan.

 Pendemo dari Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) ketika akan merangkak masuk kedalam gedung dewan sambil membawa karangan bunga dari sampah, yang mendapat halauan dari petugas kepolisian.
 
Tuban – Paripurna pelantikan pimpinan DPRD Kabupaten Tuban, kembali diwarnai aksi unjuk rasa sejumlah aktifis dari Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, di Gedung DPRD Jl.Teuku Umar No.1 Kecamatan Tuban. Senin, (29/09/2014) sore.

Dalam aksinya mereka tidak berorasi, dari sekretariat sambil membawa karangan buka langsung menuju pintu masuk Gedung DPRD, namun sesampainya di Gedung Dewan, aktifis yang berjumlah 5 orang ini dihalau oleh petugas Kepolisian yang telah siaga.

Dengan niatan akan memberikan kado kepada Ketua DPRD Tuban, yang sedang dilantik hari ini. Aksi bersitegang ketika sejumlah aktifis ini memaksa masuk ke dalam ruangan Gedung yang mendapat penghadangan petugas. Hingga terjadi beberapa kali ketegangan.

Tak mau ambil pusing 2 aktifis kemudian beralih ke pintu masuk samping Kanan Gedung Dewan, namun lagi-lagi dihadang petugas. Namun aksinya membuahkan hasil, tak selang berapa menit kemudian, mereka melihat Miyadi, Ketua DPRD turun dari lantai II.

Spontan mereka langsung meneriaki dan memanggil Ketua Dewan, dan ditemuinya dan menerima karangan bunga dari sampah tersebut. “maksut kami memberikan ucapan selamat kepada Ketua Dewan yang dilantik”, kata Imanul Istofiana, koordinator aksi.

Karangan bunga yang terbuat dari sampah tersebut sebagai bentuk simbol bahwa masyarakat sekarang tidak bisa membeli karangan bunga yang asli, sebab memerlukan biaya yang cukup mahal. Sehingga dengan harapan ketua dewan yang baru ini bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Salah satunya mampu menyelesaikan UU Perlindungan perempuan dan anak serta meningkatkan anggaran untuk korban kekerasan terhadap perempuan. “selama ini UU itu tidak terbentuk sehingga banyak korban yang berjatuhan di Kabupaten Tuban”, pungkasnya.

Ditempat yang sama, Miyadi Ketua DPRD Kabupaten Tuban Definitif, menyatakan sangat mengapresiasi dengan aksi mereka, dan tidak terlalu merisaukan karangan bunga yang terbuat dari sampah.“ini kan untuk membantu demi kepentingan bersama demi membangun Tuban lebih baik, jadi kita tampung aspirasi mereka”, katanya.

Wujudkan Bedah Rumah, Semen Indonesia Bangun Rumah Layak Huni.

Wujudkan Bedah Rumah, Semen Indonesia Bangun Rumah Layak Huni. SU94R FM RadioNet.com   

PT. Semen Indonesia Bangun 27 Unit Rumah Layak Huni.

Hery Subagyio didampingi pejabat Bina Lingkungan PT. SI ketika meninjau salah satu rumah yang dibangun di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek.
 
Tuban – Sebagai bentuk kepeduliannya, PT. Semen Indonesia, memberikan bantuan bedah rumah layak huni ke sejumlah rumah tangga miskin diderah ring 1 pabrik.

Salah satunya bedah rumah untuk Kasmiyati, seorang janda di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, “ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap warga sekitar”, ujar Hary Subagyo, Kepala Bagian Humas PT. Semen Indonesia, Kamis, (25/09/2014).

Program yang digulirkan melalui dana CSR ini merupakan bentuk kewajiban yang harus dijalankan oleh PT. SI sebagai perusahaan BUMN. Sementara untuk Desa Sumberarum ada 3 unit  rumah untuk warga sekitarnya. Diantaranya selain Kasmiyati ada Sahit dan Sarminah. “untuk anggaran 1 unit Rp 30 juta  rupiah”, lanjut Hary.

Jumlah total rumah yang dibangun dengan ukuran 4x6 untuk warga ring 1 ini ada 27 unit rumah yang terbagi di 15 Desa terdiri dari 3 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Kerek, 3 Unit di Desa Sumberarum, 3 Unit di Desa Karanglo, 2 Unit di Desa Jarorejo, 2 Unit di Desa Gaji, dan 2 Unit di Desa Mliwang.

Untuk Kecamatan Tambakboyo, yakni 2 Unit di Desa Glondonggede. Untuk Kecamatan Jenu, diantaranya 2 Unit di Desa Socorejo. Dan Kecamatan Merakurak adalah 2 Unit di Desa Tlogowaru, 2 Unit di Desa Sugihan, 2 Unit di Desa Pongpongan, sedangkan untuk Desa Tuwirikulon, Tuwiriwetan, Tahulu, Kapu, dan Tegalrejo hanya 1 unit perdesa.

Selasa, 30 September 2014

Yanu Kristanto dan Yanu Kristiawan Warga Cepu Ditangkap Polisi.

Yanu Kristanto dan Yanu Kristiawan Warga Cepu Ditangkap Polisi. SU94R FM RadioNet.com   
Bawa Lari Motor, Yanu Kristanto dan Yanu Kristiawan warga Kampung Baru, Desa Ngelu Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Ditangkap Polisi Tuban.
Tuban – Embat sepeda motor, dua saudara kembar yang hendak apel ke rumah pacarnya di jebloskan ke penjara oleh Satreskrim Polres Tuban. adalah Yanu Kristanto dan Yanu Kristiawan (27) warga Kampung Baru, Desa Ngelu Kecamatan Cepu Kabupaten Blora.

Bermula ketika kedua tersangka ini dalam perjalanan ke rumah pacarnya yang di Kabupaten Rembang. Ditengah perjalanan Jl. Tuban – Semarang tepatnya sebelah Barat alas Jati Peteng Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu. Niat jahat pelaku muncul ketika melihat seorang pemuda sendirian di atas sepeda motor Nopol S 6025 FU di lokasi setempat.

Kedua pelaku kemudian menghentikan mobil xenia Nopol H 8661 MF yang di kemudikannya, tepat di depan pemuda yang di ketahui bernama M. Habib warga desa setempat tersebut.

Dengan berpura – pura, tersangka Yanu Kristiawan menanyai korban jarak antara Tuban – Semarang masih butuh waktu berapa jam, lantaran ditanyai orang, korban kemudian menjawabnya dengan enteng bahwa jarak tersebut bisa ditempuh antara 3-4 jam lagi. Lalu melihat korban masih lugu, pelaku kemudian mengajak ngobrol, di warung kopi setempat sambil berkenalan. Waktu menunjukan sudah malam pelaku kemudian melancarkan niatnya dengan cara mengajak korban untuk minum alkohol dan di karaoke di Karaoke Mawar Rahayu.
Hingga larut malam, sekitar jam 01.00 WIB, korban kemudian di ajak beli bakso di warung tak jauh dari lokasi, “disini korban makan bakso bersama kedua pelaku, namun tanpa sadar kunci sepeda motor korban diambil pelaku”, Kata AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Usai makan bakso, tersangka Yanu Kristiawan pamitan kepada korban mau membeli rokok memakai sepeda motor korban. korbanpun tak menghiraukan ulah pelaku. Namun selang beberapa saat kemudian pelaku Yanu Kristanto pamitan kepada korban untuk kembali melanjutkan perjalanan.

“baru kemudian korban sadar jika tersangka sudah membawa kabur sepedahnya”, lanjut Kasat Reskrim. Selasa, (30/09/2014).

Spontan korban langsung melaporkan kejadian yang di alaminya ke pihak Kepolisian. Mendapatkan laporan, petugas dengan cepat bergerak, hanya butuh waktu 30 menit menangkap korban dengan cara melakukan penghadangan di perbatasan antara Tuban – Semarang.

Pelaku kemudian diamankan di Mapolres Tuban untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “dua tersangka akan dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHP dengan ancaman 7 Tahun penjara”, pungkas Kasat.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H

BERITA POPULER SUGAR FM