Digital clock

BANNER

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

KABAR SEPUTAR TUBAN

JAM SUGAR FM

Minggu, 25 Januari 2015

Senjata Api Rusak Akan Dikirim Ke POLDA Jatim.

SU94R FM RadioNet.com
Sebanyak 21 Pucuk Senpi di Polres Tuban Dalam Kondisi Rusak.
 
Tuban (beritajatim.com) - Sebanyak 21 pucuk senjata api (Senpi) yang biasa digunakan oleh anggota jajaran Polres Tuban yang telah disimpan di gudang Sarana dan Prasana (Sarpras) Polres Tuban kondisinya mengalami kerusakan dan tidak layak pakai, Sabtu (24/01/2015).

Senjata api yang diketahui sudah dalam kondisi rusak dan tidak bisa untuk dipakai tersebut telah dilakukan pemeriksaan terkait dengan kerusakannya. Nantinya senjata tersebut akan di kirim ke Polda Jatim. "Total semua ini ada 21 pucuk senjata yang rusak. 17 senjata jenis Revolver dan yang enam lainya senjata laras panjang jenis US Karabine," terang AKP Sugeng, Kasat Sarpras Polres Tuban.

Mantan Kasat Sabhara tersebut menjelaskan kerusakan senjata api yang biasa digunakan bertugas oleh anggota Polres Tuban tersebut jenisnya bermacam-macam. Yakni seperti patahnya pejera senjata dan pada pengisian peluru. "Untuk yang senjata laras panjang US Karabine ini mengalami kerusakan pada pejera belakang yang lepas. Kalau untuk yang Revolver kerusakannya bermcam-macam," lanjutnya.

Senjata api yang ditemukan sudah dalam kondisi rusak tersebut telah dilakukan pencatatan dan dipisahkan dengan senjata lainnya yang masih berfungsi. Diduga kerusakan senjata tersebut sebagian karena memang sudah tua dan juga ada yang rusak karena jatuh. "Mungkin minggu depan akan kita kirim ke Polda. Masalah diganti dengan senjata baru atau tidak itu tergantung Polda," pungkasnya.[mut/ted]

Sabtu, 24 Januari 2015

Bus Sinar Mandiri Masuk Sawah Usai Tabrak Truk.

SU94R FM RadioNet.com
Tabrak Truk, Bus Sinar Mandiri Terguling ke Sawah.
 
Tuban (beritajatim.com) - Peristiwa kecelakaan yang melibatkan dump truk dengan bus PO Sinar Mandiri jurusan Semarang-Surabaya terjadi di jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan Tuban-Semarang KM 38, Desa Bogorrejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jumat (23/01/2015).

Akibat kecelakaan tersebut kendaraan bus berpenumpang, puluhan orang itu terguling dan masuk ke area persawahan milik warga desa setempat. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan yang melibatkan bus penumpang umum itu.

Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, kejadian kecelakaan tersebut berawal saat kendaraan dump truk nopol K 1918 BD yang dikemudikan Ardianto (35), asal Kabupaten Tulungagung, berjalan dari arah timur dengan tanpa muatan.

Saat sampai di lokasi kejadian perkara, dump truk tersebut berusaha menghindari ceceran oli yang berada memenuhi jalan tersebut dengan cara mengurangi kecepatan. Namun pada saat itu pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan masuk pada jalur kanan.

Apesnya, pada saat dump truk tersebut oleng dan masuk jalur kanan dari arah berlawanan muncul bus PO Sinar Mandiri nopol N 7481 UG yang dikemudikan oleh Rahmat Pamono (47), asal Kabupaten Sidoarjo. Sehingga benturan dua kendaraan tersebut tidak bisa terhindarkan.

"Kita kan dari arah barat mau ke Surabaya, tiba-tiba dump truk selip karena ada oli tercecer. Dump truk menghindari tosa dan mau malang, karena terlalu dekat dan langsung benturan," jelas Rahmat Pamono (47), pengemudi bus PO Sinar Mandiri tersebut.

Pengemudi bus mengaku sudah berusaha banting setir ke kiri namun juga tetap tidak bisa menghindar dari benturan dengan dump truk itu. Akibatnya bus tersebut langsung terguling dan masuk ke area persawahan milik warga sekitar.

Meski bus Sinar Mandiri tersebut terguling di area persawahan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun beberapa penumpang mengalami luka-luka dan kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Bancar, Tuban untuk mendapatkan perawatan.

"Tidak sampai ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Untuk korban luka berat akibat benturan saat terjadinya tabrakan hanya satu orang," terang IPTU Nungki, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Kendaraan bus Sinar Mandiri yang terguling tersebut masih belum dievakuasi dari lokasi kejadian kecelakaan itu. Sedangkan untuk para penumpang yang selamat langsung diangkut dengan bus lainnya untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya. [mut/but]

Jumat, 23 Januari 2015

Aksi Penjarahan Kayu Digagalkan POLISI.

SU94R FM RadioNet.com
Digrebek Polisi, Puluhan Pelaku Penjarah Hutan Kocar-kacir.
 
Tuban (beritajatim.com) - Petugas kepolisian dari jajaran Polsek Singgahan, Kabupaten Tuban bersama dengan petugas Perhutani berhasil menggagalkan aksi penjarahan kayu hutan yang dilakukan komplotan yang berjumlah puluhan orang.
Dalam aksinya melakukan penjarahan di kawasan hutan RPH Mulyoagung, KPH Parengan, Kabupaten Tuban  tersebut pelaku diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang. Pelaku langsung kabur dan meninggalkan kayu curian saat petugas datang di kawasan hutan itu.

Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, aksi pencurian kayu hutan yang dilakukan pelaku yang berjumlah puluhan orang tersebut dilakukan pada Kamis siang kemarin. Namun saat pelaku beraksi melakukan penebangan diketahui oleh petugas Perhutani yang sedang melakukan patroli.

"Awalnya kita mendapatkan laporan dari petugas Perhutani kalau ada penjarahan kayu hutan. Kemudian sebanyak tujuh anggota dari Polsek langsung saya pimpim untuk mendatangi lokasi," terang AKP Totok, Kapolsek Singgahan, Kabupaten Tuban, Jumat pagi tadi.

Mengetahui sejumlah petugas kepolisian bersenjata lengkap  yang langsung terjun di lokasi penjarahan yang berada di petak 10 dan 11 RPH Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Tuban itu para pelaku langsung berhamburan kabur. Para pelaku tidak sempat membawa kayu yang telah berhasil di tembang.

"Saat kami tiba di lokasi kejadian pelaku langsung berhamburan kabur. Diperkirakan kelompok mereka berjumlah sekitar 50 orang pelaku," sambung Kapolsek Singgahan.

Dalam aksinya, kelompok penjarah hutan yang kembali beraksi tersebut berhasil melakukan penebangan kayu jati dan juga kayu mahoni. Petugas menemukan sebanyak dua truk kayu jati dan kayu mahoni yang ditinggalkan oleh pelaku saat akan dilakukan penangkapan.

"Total yang kita temukan dari lokasi ada dua truk kayu, untuk jumlah pastinya belum dihitung. Untuk kayu yang kita temukan kemudian diamankan dan di bawa ke TPK Singgahan," lanjutnya.

Petugas kepolisian dari jajaran Polsek Singgahan, Kabupaten Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus penjarahan hutan yang terjadi di wilayah tersebut. Pihak kepolisian masih mencari identitas para pelaku maupun kelompok mana yang melakukan aksi tersebut.[mut]
Digrebek Polisi, Puluhan Penjarah Hutan Kocar-kacir.
 
Tuban (beritajatim.com) - Petugas kepolisian dari jajaran Polsek Singgahan, Kabupaten Tuban bersama dengan petugas Perhutani berhasil menggagalkan aksi penjarahan kayu hutan yang dilakukan komplotan yang berjumlah puluhan orang, Kamis (22/01/2015).

Dalam aksinya melakukan penjarahan di kawasan hutan RPH Mulyoagung, KPH Parengan, Kabupaten Tuban  tersebut pelaku diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang. Pelaku langsung kabur dan meninggalkan kayu curian saat petugas datang di kawasan hutan itu.

Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, aksi penjarahan hutan yang dilakukan pelaku yang berjumlah puluhan orang tersebut dilakukan pada siang bolong. Namun saat pelaku beraksi melakukan penebangan diketahui oleh petugas Perhutani yang sedang melakukan patroli.

"Awalnya kita mendapatkan laporan dari petugas Perhutani kalau ada penjarahan kayu hutan. Kemudian sebanyak tujuh anggota dari Polsek langsung saya pimpim untuk mendatangi lokasi," terang AKP Totok, Kapolsek Singgahan, Kabupaten Tuban.

Mengetahui sejumlah petugas kepolisian bersenjata lengkap  yang langsung terjun di lokasi penjarahan yang berada di petak 10 dan 11 RPH Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Tuban itu para pelaku langsung berhamburan kabur. Para pelaku tidak sempat membawa kayu yang telah berhasil di tembang.

"Saat kami tiba di lokasi kejadian pelaku langsung berhamburan kabur. Diperkirakan kelompok mereka berjumlah sekitar 50 orang pelaku," sambung Kapolsek Singgahan.

Dalam aksinya, kelompok penjarah hutan yang kembali beraksi tersebut berhasil melakukan penebangan kayu jati dan juga kayu mahoni. Petugas menemukan sebanyak dua truk kayu jati dan kayu mahoni yang ditinggalkan oleh pelaku saat akan dilakukan penangkapan.

"Total yang kita temukan dari lokasi ada dua truk kayu, untuk jumlah pastinya belum dihitung. Untuk kayu yang kita temukan kemudian diamankan dan di bawa ke TPK Singgahan," lanjutnya.

Petugas kepolisian dari jajaran Polsek Singgahan, Kabupaten Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus penjarahan hutan yang terjadi di wilayah tersebut. Pihak kepolisian masih mencari identitas para pelaku maupun kelompok mana yang melakukan aksi tersebut. [mut/but]

BERITA POPULER SUGAR FM