Digital clock

BANNER

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

KABAR SEPUTAR TUBAN

JAM SUGAR FM

Kamis, 23 Juli 2015

Pembobol Rumah Kosong Diringkus Polisi.

SU94R FM RadioNet.com

Spesialis Pembobol Rumah Kosong Diringkus Polisi.

Pelaku ketika di Interogasi kepolisian di Mapolres Tuban/ foto doc.suarapos.comTuban – Lingga Fitata (26) warga Jl. Basuki Rahmat, Gang Cempaka, Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban, diringkus anggota Satreskrim Polres Tuban, akibat kejahatannya.

Penangkapan pelaku ini berawal ketika korban seorang Dokter bernama Aristi Prajwalita, yang beralamatkan di Gang Cempaka, Kelurahan Ronggomulyo, merupakan tetangga pelaku. Pulang mudik dari Bogor.

Sampai dirumah, korban mendapati rumahnya sudah berantakan, seisi kamar sudah acak-acakan dan semua perhiasan sudah di gondol pelaku. Mendapati rumahnya sudah tidak karuan, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian.

Usai dilakukan olah TKP, Polisi kemudian melakukan penyelidikan di beberapa Toko Emas dan perhiasan di kawasan Tuban. Upaya Polisi berhasil, pelaku menjual barang-barang curiannya di sebuah Toko Emas yang ada di Jl. Ronggolawe.

Kemudian pemilik Toko Emas menghubungi pihak Kepolisian, jika ada seseorang yang menjual emas sesuai dengan penjelasan Kepolisian sebelumnya. “setelah itu kita melakukan pengejaran dengan ciri-ciri pelaku yang sudah kita kantongi,” ujar AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban, Kamis, (23/07/2015).

Setelah di lakukan pencarian, Polisi akhirnyaa berhasil meringkus pelaku di rumahnya. Dari tangan pelaku Polisi berhasil mengamankan puluhan gram emas dan perhiasan. “pelaku melakukan kejahatannya sendirian, dan yang di incar merupakan rumah kosong,” lanjut Suharyono.

Dari pengembangan penyelidikan, ternyata pelaku juga pernah melakukan pembobolan rumah milik Tutik Sahara Fauna, yang beralamatkan masih tetangganya pula. Dirumah ini, pelaku juga mengambil sejumlah perhiasan.

“kalau dirumah yang ini, pelaku mengambil uang dan emas, senilai Rp 80 juta,” pungkas Kasat.

Kini untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kini harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Tuban dan akan di jerat dengan pasal 363 disertai pemberatan.

Polisi Tembak Residivis Pembobol Rumah Kosong.

SU94R FM RadioNet.com

Melawan Petugas, Polisi Tembak Residivis Pembobol Rumah Kosong.

Tuban - Seorang buronan dan residivis kasus pembobolan rumah kosong yang ditinggalkan mudik oleh pemiliknya berhasil ditangkap anggota kepolisian dari jajaran Polsek Rengel, Kabupaten Tuban.

Pelaku diketahui berinisial SBK (37), warga Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. SBK digerebek anggota Polsek Rengel saat berada di rumahnya dan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas saat proses penangkapan lantaran pelaku menyerang dan berusaha merebut senjata api anggota, Rabu (22/07/2015).

SBK yang merupakan residivis pembobolan rumah kosong tersebut merupakan buronan dari Polres Gresik. Pasalnya pelaku diduga sudah sering melakukan aksi pembobolan rumah kosong yang ditinggalkan mudik oleh pemiliknya di Kabupaten Gresik.

"Penangkapan terhadap SBK ini berawal dari adanya laporan di Polsek Kota Polres Gresik. Pelaku diduga terlibat kasus pencurian di wilayah tersebut," terang AKP Musa Bachtiar, Kapolsek Rengel, Polres Tuban.

Dengan adanya laporan dari wilayah Kabupaten Gresik itu, anggota Polsek Rengel kemudian melakukan penyelidikan. Selanjutnya petugas yang mendapatkan informasi jika pelaku sedang berada di wilayah Kecamatan Rengel, Tuban langsung melakukan pencarian terhadap pelaku untuk dilakukan penangkapan.

"Dengan adanya laporan itu kita mendapatkan informasi bahwa pelaku ini sedang berada di wilayah Rengel. Selanjutnya anggota langsung turun lapangan guna melakukan penangkapan," lanjut Kapolsek Rengel yang baru menjabat itu.

Pelaku berhasil ditemukan di rumahnya sendiri yang ada di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Sebanyak lima anggota dari Polsek Rengel melakukan pengrebekan di rumah dan pelaku berusaha kabur saat mengetahui petugas mendatangi rumahnya.

"Saat digrebek pelaku berusaha melarikan diri melalui pintu belakang meski dua kali kita lakukan tembakan peringatan. Pelaku melarikan diri ke belakang rumah warga yang kebetulan jalan buntu dan berusaha melawan dengan merebut senjata yang dibawa oleh anggota," sambungnya.

SBK yang melakukan perlawanan itu kemudian terpaksa ditembak oleh anggota dan mengalami luka tembak pada paha kaki kanannya. Selanjutnya pelaku langsung diserahkan ke Polres Gresik lantaran lokasi laporan kejadian pencurian di wilayah hukum Polres Gresik.

"Informasinya pelaku juga sudah pernah masuk penjara dengan kasus pencurian. Untuk proses hukum lebih lanjut pelaku kita serahkan ke Polres Gresik," pungkasnya.

Rabu, 15 Juli 2015

Satpol PP Tuban Keroyok Pelempar Petasan.

SU94R FM RadioNet.com
Pelempar Petasan Laporkan Satpol PP Tuban Usai Dikeroyok.
 

Tuban - Gara-gara menyulut petesan, dua orang pemuda menjadi bulan-bulanan dan dikeroyok sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban hingga mengalami luka memar di kepalanya.

Pengeroyokan tersebut dilakukan sejumlah petugas Satpol PP yang sedang berjaga di sekitar Alun-alun Kota Tuban. Dalam kejadian tersebut satu korban sempat diinjak-injak oleh sejumah petugas Satpol PP saat terjatuh di tanah setelah dibanting oleh petugas Satpol PP.

Dua korban pengeroyokan yang dilakukan Satpol PP Pemkab Tuban itu adalah Ardiansyah Rizki (22), pemuda asal Kelurahan Doromukti, Kecamatan Kota Tuban dan Wijanarko (22), pemuda asal Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota Tuban.

Kejadian pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa Satpol PP itu berawal saat Ardiansyah bersama dengan Wijanarko telah melakukan buka bersama dengan teman-temannya. Kemudian kedua pemuda itu menuju Alun-alun untuk jalan-jalan.
"Saya habis buka bersama mau masuk Alun-alun dengan masuk pintu Barat. Wijanarko yang nyetir, ketika berada di pintu masuk Alun-alun bagian Barat saya lihat masih punya sisa petasan," terang Ardiansyah (22), korban pengeroyokan oleh sejumlah Satpol PP, Selasa (14/07/2015).

Apesnya, saat menyulut petasan yang tinggal satu itu kebetulan ada sejumlah petugas Satpol PP Pemkab Tuban yang sedang patroli. Sehingga petasan tersebut meletus saat tepat kendaraan mobil patroli Satpol PP itu melintas di dekat petasan yang dilempar oleh korban.

"Jadi pas dekat mobil Satpol PP petasan itu baru meledak, saat itu saya juga sudah meninggalkan lokasi menuju ke Timur," lanjut korban saat melaporkan kejadian pengeroyokan itu di Polres Tuban.

Setelah petasan meledak, kemudian kedua pemuda tersebut langsung dikejar oleh para petugas Satpol PP sampai di sekitar Taman Alun-alun sebelah Timur. Kemudian mereka langsung ditangkap lalu korban Ardiansyah dikeroyok oleh petugas penegak Perda tersebut yang berjumlah sekitar lima orang.

"Saya ditanya juga mau melawan petugas? Belum sampai memberi penjelasan apa-apa saya sudah dibekuk dari belakang dan dijatuhkan ke tanah. Setelah itu langsung saya hanya bisa bertahan," lanjut Mahasiswa itu.

Setelah dihajar dan dikeroyok petugas Satpol PP yang berjumlah sekitar lima orang itu, korban langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan. Baru setelah sekitar satu jam di kantor Satpol PP korban diperbolehkan pulang dengan dipanggilkan keluarga korban.

Akibat perlakuan tersebut korban langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak Kepolisian Polres Tuban. Korban mengalami luka di bagian pelipis dan juga masih sering merasa sakit pada bagian pungungnya.

BERITA POPULER SUGAR FM