Digital clock

BANNER

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

KABAR SEPUTAR TUBAN

JAM SUGAR FM

Rabu, 26 November 2014

Lagi-Lagi Truk Terguling Di Tanjakan Kepet Tuban.

Lagi-Lagi Truk Terguling Di Tanjakan Kepet Tuban. SU94R FM RadioNet.com   
Tak Kuat Naik Tanjakan Kepet, Tronton Masuk Kuburan.
 Reporter : M Muthohar.
 
Tuban (beritajatim.com) - Sebuah kendaraan truk tronton yang bermuatan minuman ringan terguling di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Dusun Kepet, Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Selasa (25/11/2014).

Kendaraan truk nopol G 1604 KP yang dikemudikan oleh Suharto (58), asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itu terguling di kuburan lantaran tak kuat naik di tanjakan Kepet, jalur Pantura Tuban itu. Saat kejadian truk sempat mundur hingga puluhan meter.

Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, kejadian kecelakaan tunggal tersebut berawal saat truk tronton yang bermuatan sekitar 30 ton minuman tersebut berjalan dari arah selatan.

Truk yang kondisinya sudah tua itu akan mengirim minuman ringan itu ke Semarang, Jawa Tengah.

Pada saat sampai di tanjakan Kepet, jalan Tuban-Surabaya, Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Tuban truk tidak kuat untuk jalan yang diduga terlalu kelebihan muatan. Tak hanyal truk tersebut langsung jalan mundur kemudian oleng ke kiri dan terguling di makam itu.

"Pas tanjakan itu tidak kuat, akhirnya terseret mundur sekitar 50 meter lebih. Lalu terguling di kuburan ini," terang Suharto, pengemudi truk tronton tersebut.

Beruntung saat terjadinya kecelakaan tunggal tersebut arus lalu lintas di jalur Pantura Tuban tersebut dalam kondisi sepi. Sehingga tidak ada kendaraan di belakang truk tronton itu dan tidak sampai mengakibatkan korban jiwa maupun korban luka."Untung saja jalannya sepi, jadi tidak sampai ada kendaraan lainya di belakang. Mungkin ini karena jalannya yang nanjak dan truk juga sudah tua, jadi tidak kuat naik," pungkasnya.

Kondisi truk yang berada di kuburan tersebut tidak sampai menganggu arus lalu lintas jalan raya. Sampai saat ini petugas dari pengurus truk tronton tersebut masih memindahkan muatan truk ke truk lainnya guna melakukan evakuasi truk apes tersebut.[mut/ted]

Bu Basiroh Warga Talun Montong Curi Pakaian Di Tuban.

Bu Basiroh Warga Talun Montong Curi Pakaian Di Tuban. SU94R FM RadioNet.com   
Suami Merantau, Ibu-ibu Curi Pakaian di Tiga Toko.
 Reporter : M Muthohar
 
Tuban (beritajatim.com) - Dengan alasan tak punya uang untuk membeli pakaian, Basiroh (40), ibu dua anak asal Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban nekat melakukan pencurian pakaian di tiga toko yang ada di kawasan Kota Tuban.

Pelaku yang merupakan ibu rumah tangga tersebut mengaku nekat "Ngutil" beberapa helai pakaian  lantaran tidak punya uang untuk membeli. Sedangkan suami dari pelaku ini sedang merantau di Kalimantan untuk bekerja, Selasa (25/11/2014).

Data yang dihimpun beritajatim.com, pelaku ibu-ibu tersebut melakukan pencurian di tiga toko pakaian yang ada di kawasan Kota Tuban. Yakni toko Anna Jilbab, jalan Sunan Kalijogo, toko Jasmine Boutique, jalan Basuki Rahmad dan toko Trubus Subur, jalan Pramuka, Kota Tuban.

"Awalnya pelaku masuk toko Anna Jilbab dengan pura-pura ingin membeli baju. Kemudian pelaku keluar toko dengan membawa satu potong jilbab," jelas AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Setelah berhasil melakukan pencurian jilbab, Basiroh kemudian melanjutkan aksinya dengan mendatangi Jasmine Boutique. Modusnya sama pelaku beralasan mencari pakaian yang cocok warnanya dan serasi, tapi setelah ditunjukkan oleh pelayanan toko pelaku bilang tidak cocok.

"Pelaku menunggu para penjaga toko lengah dengan pura-pura mencari baju yang cocok. Namun saat para penjaga toko lengah, tersangka mengambil baju kasmir warna merah dan warna tosca, serta jaket kemudian dimasukkan dalam tas plastik," lanjut Kasat Reskrim.

Tak cukup puas sampai disitu, perburuan Basiroh untuk mencari baju-baju mahal belum berakhir, pelaku ibu dua anak itu menuju Trubus Subur Boutique untuk kembali beraksi. Di toko tersebut Basiroh berhasil mengambil pakaian batik warna merah.

"Pelaku berhasil ditangkap saat mau keluar dari Trubus Subur, karena alarm pintu toko itu berbunyi. Pelaku dilakukan pemeriksaan dan ternyata penjaga toko mendapati pelaku menyimpan pakaian curian itu di dalam bajunya," pungkasnya.

Akibat perbuatannya itu, Basiroh yang juga pernah ditahan gara-gara melakukan pemalsuan emas tersebut harus kembali mendekam di sel tahanan Mapolres Tuban. Petugas masih melakukan pengembangan apakah pelaku juga pernah melakukan pencurian di tempat lain atau tidak.[mut/ted].

Selasa, 25 November 2014

Ngaku Bisa Gandakan Uang, Kiai Gadungan Tipu Warga.

Ngaku Bisa Gandakan Uang, Kiai Gadungan Tipu Warga. SU94R FM RadioNet.com   
Ngaku Kiai Bisa Gandakan Uang, Tomo Diringkus Polisi.
 Reporter : M Muthohar.
 
Tuban (beritajatim.com) - Mengaku sebagai seorang kiai yang bernama Kiai Yusuf dan bisa mengadakan uang hingga miliaran rupiah, Tomo (41) warga Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Tuban harus mendekam di sel tahanan Mapolres Tuban, Senin (24/11/2014).

Pria tersebut diringkus oleh petugas dari Sat Reskrim Polres Tuban lantaran telah melakukan penipuan terhadap sejumlah orang dengan modus penggandaan uang. Dari modusnya itu pelaku berhasil menipu dua orang korbannya hingga jutaan rupiah.

"Dua korban dari pelaku ini adalah Sopyan dan Samadi, yang mana keduanya selama ini bekerja proyek di Kalimantan. Pelaku berhasil menipu korban hingga delapan juta rupiah," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Penipuan dengan modus penggandaan uang dan juga pengobatan segala macam penyakit tersebut berawal saat korban Samadi sedang mencarikan obat orang tuanya yang sudah lama sakit dan tidak kunjung sembuh. Kemudian saat itu korban mendapatkan nomor HP pelaku dan mereka melakukan komunikasi.

Tak tanggung-tanggung, untuk meyakinkan korbannya supaya percaya dan menurutinyaa pelaku mengaku bernama Kiyai Yusuf. Tak hanya itu, lebih nekat lagi pelaku mengaku sebagai putra dari Ulama besar almarhum KH Abdullah Faqih, yang merupakan pengasuh Ponpes Langitan, Widang Tuban.

"Setelah komunikasi lewat HP akhirnya korban pulang ke Jawa untuk ketemu dengan pelaku. Oleh pelaku, korban di jemput di Babat," lanjutnya.

Setelah bertemu, pelaku kemudian  mengajak korbannya untuk ke masjid Baitul Rokim yang tak jauh dari Ponpes Langitan. Disitulah Tomo mulai beraksi meyakinkan para korban kalau dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit dan bisa menggandakan uang.

"Para korban juga diajak beberapa kali ritual, termasuk dengan cara mengunjungi makam almarhum Kiai Faqih untuk meyakinkan korbannya. Selain itu pelaku juga meminta uang untuk anak yatim dan harus dititipkan kepada pelaku," ungkap Kasat Reskrim.

Dalam kasus itu pelaku yang mengaku sebagai seorang kiai tersebut berhasil menggasak uang dari korban tersebut dengan total Rp 8 juta rupiah. Setelah sadar sebagai korban penipuan korban langsung melaporkan pelaku kepada pihak kepolisian Polres Tuban.

"Setelah kita lakukan penyelidikan pelaku berhasil kita tangkap di rumahnya. Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut apakah masih ada korban lain dalam kasus ini," pungkasnya.[mut/ted]

BERITA POPULER SUGAR FM