MENU BARU

Digital clock

BANNER

KABAR SEPUTAR TUBAN

JAM SUGAR FM

Selasa, 31 Juli 2012

Pompa Hidrolis dan Radiator Dicuri Susilo Warga Waleran-Grabagan

SU94R FM RadioNet.com
Curi Pompa Hidrolis dan Radiator, Susilo Dibekuk Polisi
Selasa, 31 Juli 2012
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatiam.com) - Susilo (27), seorang warga Desa Waleran, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, harus berurusan dengan petugas kepolisian jajaran Polres Tuban. Pelaku ditangkap lantaran terbukti melakukan pencurian alat-alat bengkel berupa pompa hidrolis, radiator, dan beberapa sak semen.

Dara yang berhasil dihimpun beritajatim.com, korban dalam kasus pencurian dengan pemberatan tersebut adalah M Warno, warga Kelurahan Perbon, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, namun pelaku berhasil melakukan pencurian tersebut di gudang milik korban yang berada di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Kejadian pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh Mukyi dan Edi, mereka berdua adalah merupakan pegawai dari Warno. Saat itu kedua pengawai tersebut disuruh oleh Warno untuk memasang alat berat berupa Bego yang berada di gudang milik korban yang berada di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak tersebut.

Kemudian pada saat sedang masuk di gudang, kedua pegawai tersebut sudah mengetahui bahwa barang-barang berupa pompa hidrolis, radiator dan 10 sak semen yang berada di dalam gudang telah raib. Kedua pegawai itu langsung melaporkan kepada Warno yang merupakan pemilik dari barang-barang tersebut.

"Karena ada laporan dari anak buahnya, korban langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian, ternyata benar barang-barang tersebut sudah tidak ada. Akhirnya korban langsung melaporkan kejadian itu kepada kepolisian dan petugas langsung melakukan penyelidikan," terang AKP Noersento, Kasubbag Humas Polres Tuban, Selasa (31/07/2012).

Setelah adanya laporan pencurian yang mengakibatkan kerugian hingga mencapai Rp 75 juta tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi dari para pegawai gudang tersebut.

"Akhirnya kasus pencurian itu terungkap bahwa pelaku adalah Susilo, saat ini pelaku masih mejalani pemeriksaan di Mapolsek Merakurak. Dari hasil pemeriksaan sementara pelaku mengakui bahwa telah melakukan pencurian barang-barang itu," sambungnya.

Petugas kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus pencurian barang-barang berat tersebut, Polisi masih meminta keterangan dari pelaku untuk mengetahui apakah dalam melakukan aksinya Susilo hanya seorang diri atau mempunyai komplotan. [mut/but]

Pelaku Pembobol Gudang Alat Berat Diringkus.


Ilustrasi.
TUBAN (jurnalberita.com) – Setelah hampir satu minggu melakukan pengejaran. Akhirnya, kasus pembobolan gudang alat berat di Desa Telogowaru, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban bisa terungkap. Dalam pengejaran itu, Polisi berhasil menangkap Susilo (27), warga Desa Waleran, Kecamatan Grabakan, Kabupaten Tuban, yang terbukti sebagai pelaku utama kejahatan ini, Selasa (31/07/2012).
Kasus pembobolan gudang alat berat di Desa Telogowaru itu sudah dilaporkan sejak tanggal 22 Juli  lalu. Ketika itu, pelaku berhasil membobol gudang milik Warno (42), warga Desa Waleran. Dalam aksinya, pelaku berhasil menggasak sebuah pompa hidrolis, radiator dan 10 sak semen yang kerugian semuanya ditaksir mencapai Rp 75 juta.
“Pelaku baru berhasil kita ringkus setelah petugas melakukan pengejaran hampir satu minggu. Dan saat ini, dia (pelaku) masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Sat Reskrim,” ujar Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Noersento.
Dari sejumlah informasi yang diperoleh, aksi pencurian itu pertama diketahui oleh anak buah Warno, yakni Mukyi dan Edi. Dua pegawai gudang itu melapor ke majikannya setelah melihat pompa hidrolis, radioator dan 10 sak seman di dalam gudang alat berat tempat mereka bekerja sudah raib. Setelah mengetahui kejadian tersebut, korban langsung melaporkan peristiwa itu ke pihak Kepolisian.
“Setelah mendapatkan laporan dari korban itu, petugas langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk mencari petunjuk siapa pelaku kejahatan tersebut. Kemudian, penyelidikan mengerucut ke pelaku. Dan setelah melakukan pencarian selama beberapa hari, akhirnya petugas berhasil meringkus pelaku,” terang Noersento.
Saat ini, petugas kepolisian masih terus berupaya melakukan pendalaman terhadap perkara ini, dengan terus mengorek keterangan dari pelaku, terkait kemungkinan adanya orang lain atau jaringan besar yang ada di balik kejahatan ini.

Di Tinggal Pulang, Mesin Excavator Raib Digondol Maling.

TUBAN, sosialnews.com – Sus (27) warga Desa Waleran Kecamatan Grabagan, harus mendekam di sel Tahanan Mapolsek Merakurak untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. Akibat mencuri sebuah pompa hidrolik, radiator excavator serta 10 karung sak semen.
Barang tersebut meruapakan milik korban bernama Warno warga Kelurahan Perbon Kecamatan Kota. Korban sedang menggarap proyeknya di Desa Tlogowaru Kecamatan Merakurak. Namun saat penggarapan alat excavatornya rusak sebelum kemudian di servis.
Disaat di servis, semua barang yang rusak kemudian di bongkar dan di taruh di bawah alat berat tersebut, lantaran waktu yang menunjukan sudah malam, kemudian sekitar jam 01.30, barang-barang tersebut kemudian di tinggal tukang servisnya bersama korban.
Mendapat ada kesempatan pelaku kemudian menggasak barang-barang tersebut beserta 10 zak semen yang digunakan korban untuk membangun di lokasi setempat, merasa kehilangan barang, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Merakurak.
Beberapa saat ketika mendapat laporan petugas kemudian melakukan penyisiran di beberapa lokasi yang kemungkinan dijadikan transaksi jual beli para pelaku kejahatan, dan akhirnya petugas berhasil membekuk salah satu pelaku pencurian yang meresahkan warga ini, “Pelakunya ada 3 orang, 1 tertangkap dan pelaku lainya sekarang ini masih dalam pengembangan anggota kami,” tegas AKP A. Kusrin Kapolsek Merakurak, Selasa (31/07).
Ditambahkan Kapolsek, jika tersangka yang berhasil diamankan tersebut merupakan pelaku sindikat yang sudah lama menjadi incaran petugas kepolisian, diperkirakan pelaku ada 3 orang, “Untuk identitas pelaku yang lainya kita sudah kantongi, dan kita terus akan melakukan penyisiran untuk mengungkap jaringan pelaku kejahatan ini,” pungkas Kapolsek.
Sementara, akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp. 70 juta rupiah, sedangkan pelaku yang sudah tertangkap kini harus menerima ganjaran akibat perbuatanya. (ayik)

Penjual Menu Buka Puasa Ada di Kawasan Jalan Pemuda Tuban

SU94R FM RadioNet.com

PK 5 Musiman Pun Diserbu Pembeli.

Kabartuban.com- Senin (30/7/12) sore hari pukul 16.00 Wib tampak di sekitar Jalan Pemuda tepatnya di area mini market Indomart, berjajar para pedagang jajanan musiman. Dari pantauan kabartuban.com- terlihat pembeli berkerumun silih berganti, beraneka ragam jajanan dijual disitu dengan harga relatif murah.
Naila (25) salah satu pedagang musiman menjelaskan, untuk meladeni pembeli di bulan ramadhan ini dirinya sampai kuwalahan bahkan dirinya meminta bantuan saudara dan tetangganya guna membantu menjual dagangannya tersebut.
Sedangkan dari keterangan Hikmah (46) Ibu dari Naila mengatakan, alhamdulillah setiap bulan ramadahan rejeki lumayan banyak, untuk kebutuhan menyambut hari Kemenangan / Lebaran keluarga kami.
Salah satu pelanggan tetap tiap tahun, Leli (25) perawat RS. Medika Mulia Tuban yang sempat di wawancarai kabartuban.com, menuturkan “jajanan disini beragam, lezat dan harga sangat murah sekali”
Lanjut Hikmah menjelaskan mengenai harga jajanan yang dijualnya normal- normal saja, berkikisar Rp. 1500 – Rp. 2500, dengan harga segitu dirinya bisa mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan per harinya mencapai angka 5 Juta Rupiah, tandasnya dengan nada rendah hati. (ts)

Main Game Jelang Buka Puasa

SU94R FM RadioNet.com

Ber-GAME-Ria Tunggu Waktu Berbuka.

kotatuban.com/lukmanul haqim
kotatuban.com – Banyak cara dilakukan untuk mengisi waktu sambil menunggu saat buka puasa tiba. Salah satunya adalah bermain game online bersama. Sejumlah anak mampak bermain game online di salah satu warung internet (warnet) penyedia game online di Kecamatan Kerek, Tuban, Selasa (31/07/2012).
Menurut Andi, 19, salah seorang penjaga warnet, pada bulan Ramadhan ini game online lebih diminati anak-anak untuk menunggu waktu berbuka puas
”Tidak hanya anak-anak, sejumlah remaja juga memilih bermain game online sambil menanti saat tiba bebuka,” tutur Andi
Apalagi beberapa warnet penyedia game online juga memberikan diskon dengan meneapkan paket jam sehingga biaya menggunakan internet lebih murah.
“Kalau main game biasanya tidak terasa lapar. Kalau teman-teman di sini suka main game PB (point blank),” cerita Feri, salah seorang penggemar berat game online.  (kim)

PT. POS Tetap EXIST MenghadapiTerjangan IT

SU94R FM RadioNet.com

PT Pos Optimis Mampu Atasi Intervensi IT.

30-7pt pos
TUBAN, sosialnews.com – Kepala PT Pos Indonesia Kantor Cabang Tuban, Junaidi, optimis PT Pos Indonesia mampu mengatasi intervensi tehnologi informatika (IT). Menurut Junaidi, meski saat ini tehnologi informatika telah berkembang demikian pesat dan menguasai hampir 100 % aktivitas masyarakat, PT Pos Indonesia tetap bisa mengambil pangsa layanan.
“Ada celah yang tidak bisa dilayani oleh IT. Untuk hal-hal tertentu, misalnya pengiriman dokumen aseli, tidak ada pilihan lain kecuali lewat layanan PT Pos Indonesia,” jelas Junaidi.
Junaidi mengakui, pesatnya perkembangan tehnologi informatika telah merubah trend komunikasi masyarakat. PT Pos Indonesia seolah-olah bakal tamat, lantaran semakin sedikit masyarakat yang menggunakan jasa pengiriman surat dan telegram. Telepon Seluler dan internet telah menggambil alih peranan PT Pos Indonesia. Layanan jasa pengiriman surat pun mengalami penurunan lumayan telak , 70 % lebih. Tetapi bagi PT Pos Indonesia, menipisnya pangsa tersebut tidak menjadikannya pupus. Berbagai upaya dilakukan untuk menarik kembali minat masyarakat berkirim surat via PT Pos Indonesia.
“Kami telah membuat kebijakan menerbitkan perangko yang sangat pribadi. Perangko Prisma namanya. Singkatan dari Perangko Identitas Milik Anda. Masyarakat yang ingin mengirim kartu ucapan atau surat-surat pribadi, bisa memasang foto, tanda tangan atau apapun yang menjadi ciri khas pribadinya. Jadi sangat eksklusif tan keasliannya terjamin,” jelas Junaidi.
Junaidi berharap, upaya itu mampu mengembalikan budaya masyarakat, berkomunikasi dengan surat atau mengirimkan ucapan selamat via PT Pos Indonesia yang semakin hilang dengan hadirnya peralatan telekomunikasi elektronik yang semakin canggih saat ini. Junaidi yang didampingi Kepala Bagian Marketing PT Pos Indonesia Kancab Tuban, Tri Setyaning Lestari, yakin meski perlahan, trend surat menyurat via PT Pos Indonesia bakal kembali pulih. Karena bagaimanapun canggihnya peralatan komunikasi elektronik yang ada saat ini, tetap memiliki kelemahannya.
“Surat elektronik sangat bergantung pada kemampuan alatnya. Banyak juga yang merasa tidak bisa terpuaskan. Bidang alat-alat itu kan terbatas, ditambah pula sering kalimatnya tidak lengkap dan sulit dimengerti karena disingkat-singkat demi menghemat beaya pengiriman. Inilah yang menjadikan kami optimis bakal mampu mengembalikan pangsa kami yang hilang itu,” tegas Junaidi.
Layanan lain yang masih sangat mungkin dimonopoli PT Pos Indonesia adalah pengiriman paket barang. Meski perusahaan jasa pengiriman barang saat ini menjamur, tetapi masyarakat masih banyak yang memilih PT Pos Indonesia. Sebab selain beayanya relatif murah, barang yang dipaketkan lebih mudah diambil.
“Kantor pos kan tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. Di setiap kecamatan ada. Jadi masyarakat tidak terlalu sulit mengambil barang apabila mendapat kiriman paket,” kata Tri Setyaning Lestari.
Terbukti, tambah Tri Setyaning Lestari, jasa pengiriman paket PT Pos Indonesia tidak pernah mengalami penurunan signifikan seperti jasa pengiriman surat pribadi. Bahkan meski lebaran masih lumayan jauh, layanan jasa pengiriman paket telah mengalami peningkatan sebanyak 25%. Tri Setyaning Lestari dan juga Junaidi sangat yakin hingga lebaran nanti layanan jasa pengiriman paket barang ini mengalami peningkatan di atas 50%.
“Maunya kami ya 100 persen meningkat dibanding sebelumnya. Tetapi target 50 persen itu yang lebih realistis,” kata Tri Setyaning Lestari. (be sudratmaja)

Pondok Ramadhan MAN Tuban

SU94R FM RadioNet.com

MAN Tuban Gelar Pondok Ramadhan.


illustrasi: kankemenagjatim.go.id
kotatuban.com – Kegiatan pesantren Ramadhan atau yang sering di sebut Pondok Ramadhan merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap bulan Ramadhan oleh sekolah dengan maksud meningkatkan iman dan taqwa (imtaq) para pelajar.
Salah satu sekolah yang melaksanakan kegiatan Pondok Ramadhan adalah MAN Tuban. Sekolah ini juga menjadikan pondok romadhon sebagai menu yang sangat urgen.
Terhitung mulai Selasa (31/07/2012) ini MAN Tuban memulai kegiatan Pondok Ramadhan hingga sepekan ke depan. Dengan menerapkan kegiatan Pondok Ramadhan sistem “C” yakni kegiatan tanpa menginap.
Namun demikian Wak Kurikulum, Suminto, memastikan penerapan sistem ini tidak mengurangi hikmat dan materi yang akan disampaikan kepada siswa nanti.
“Kita menerapkan sistem “C” jadi tidak ada kegiatan malam hari saat pelaksanaan pondok ramadhan. Kita memulai kegiatan jam 7 pagi sebagai pembuka kegiatan kita mulai sholat dhuha, kemudian pemberian materi agama hingga jam 12, dan mengahiri dengan sholat dhuhur berjamaah,” kata Suminto.
Sedangkan materinya meliputi keimanan, ibadah, tafsir Al’quran, tarikah islam dan materi tentang keutamaan Ramadhan. Suminto berharap kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan bagi siswa selain sebagai sarana meningkatkan iman dan takwa pada bulan ramadhan ini.” Harapan kami, kegiatan ini mampu memberi pengetahuan serta menambah kehusuan ibadah ramadhan. (kim)

Moch Mu'in, Sekdes Pekuwon Rengel Aniaya Warganya Sendiri

SU94R FM RadioNet.com
Tampar Warganya, Sekretaris Desa Dipolisikan.
Selasa, 31 Juli 2012
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatim.com) - Moch Mu'in (50), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas menjadi Sekretaris Desa (Sekdes), Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban harus berurusan dengan Kepolisian, pasalnya ia telah melakukan penganiayaan terhadap warganya sendiri hingga opname.

Korban penganiayaan yang dilakukan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) tersebut adalah Lastri (60), yang juga merupakan warga Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, akibat dari penganiayaan tersebut korban harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Rengel.

Kejadian penganiayaan terhadap Lastri yang dilakukan oleh perangkat desa tersebut berawal saat Mu'in sedang tiduran di rumah korban yang berada di desa tersebut setelah melakukan kunjungan pembangunan rumah, namun pada saat itu pelaku dibangunkan oleh korban lantaran korban akan pergi ke sawahnya.

Kemudian saat dibangunkan oleh korban yang akan pergi ke sawah itu pelaku merasa tersingung dan setelah itu pelaku langsung melakukan pemukulan terhadap korban sebanyak 2 kali dengan menggunakan tangan kosong, akibatnya korban mengalami luka lebam di bagian kepalanya dan korban merasa pusing kepala kemudian di bawa ke puskesmas.

"Korban menjalani perawatan di Puskesmas selama 2 hari lantaran mengalami luka lebam dan pusing-pusing, kemudian setelah menjalani perawatan korban langsung melaporkan kejadian penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian, sehingga petugas langsung melakukan penyelidikan," terang AKP Noersento, Kasubbag Humas Polres Tuban, Selasa (31/07/2012).

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan juga pelaku serta sejumlah saksi akhirnya petugas kepolisian langsung menetapkan Sekdes tersebut sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan itu lantaran Sekdes itu terbukti telah penganiayaan tersebut.[mut/ted]

Kota Tuban Dipenuhi Reklame Liar

SU94R FM RadioNet.com

Reklame Liar Kotori Pemandangan Kota.

Spanduk dan reklame liar di Jalan Pramuka Tuban yang melanggar Perda.
TUBAN (jurnalberita.com) – Meski sudah sering dirazia oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban, ratusan reklame dan spanduk liar dan tak berizin terlihat terpasang di pohon dan tiang listrik yang tersebar di beberapa sudut jalan di Kota Tuban.
Selain tak berizin dan mengganggu pemandangan dan keindahan kota, cara pemasangannya juga merugikan dan dapat mematikan pohon lantaran dipasang dengan cara dipaku.
Saat dikonfirmasi jurnalberita.com, Kabag Humas Pemkab Tuban, Joni Martoyo SH menyatakan, pemasangan reklame dan spanduk tersebut sudah melanggar Perda no. 4 tahun 2006 tentang penyelengaraan reklame dan spanduk.
“Berdasarkan Perda, sepanjang jalan dalam Kota harus steril dari reklame. Selain melanggar Perda, sepanduk liar itu juga membuat kesan kumuh sehingga merusak keindahan kota Tuban,” terang Joni.
Ia menambahkan, kesalahan lain dari pemasang reklame dan spanduk itu adalah menggunakan paku untuk menempelkan hingga bakal merusak kehidupan pohon.
“Selain harus mendapatkan izin, spanduk yang terpasang juga tidak boleh menggunakan paku, tapi harus diikat dengan tali,” tambah Joni.
Lebih lanjut Joni menyatakan, pihaknya akan segera menugaskan Satpol PP untuk mencopoti reklame dan spanduk tanpa izin tersebut.
“Kalaupun sudah mengantongi izin, jika dipasang pada tempat yang salah, tentu akan tetap kami copot. Aturannya sudah jelas, pemasangan spanduk itu seharusnya pada tempat yang sudah disediakan,” tegas Joni.
Joni berharap kepada semua pihak agar dapat menjaga kebersihan dan keindahan kota. Sebab, Kabupaten Tuban baru saja memperoleh penghargaan Adipura sebagai kota yang bersih dan indah.

Blok Cepu Dijaga Ketat Aparat Kepolisian

SU94R FM RadioNet.com
Mulai Besok, Blok Cepu Dijaga Ketat

Foto dok.

 
Selasa, 31 Juli 2012
Reporter : Tulus Adarrma

Bojonegoro (beritajatim.com) - Sedikitnya 80 personil petugas pengamanan obyek vital (obvit) dari Polda Jatim sudah disiapkan untuk melakukan pengamanan di lapangan minyak mentah Banyu Urip, Blok Cepu, di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

"Mulai 1 Agustus nanti rencananya akan diresmikan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiyatmoko," kata Kasubag Humas Polres Bojonegoro, AKP Subarata, Selasa (31/07/2012).

Kini petugas khusus yang ditugaskan untuk melakukan pengamanan obyek vital ladang minyak Blok Cepu itu masih dilakukan pembekalan di Mapolres Bojonegoro. Mereka akan dilengkapi dengan peralatan dan persenjataan lengkap. Selain itu, akan didirikan pos pengamanan di daerah ladang minyak yakni di Kecamatan Ngasem, Gayam, Kalitidu, dan Dander.

"Pusat pengamanan obyek vital itu nanti akan ditempatkan di Desa Sudu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro," ujar Subarata.

Pengamanan obyek vital ladang minyak itu seiring dimulainya proyek Banyu Urip yang kini sedang berjalan. Pemerintah kini sedang membangun fasilitas produksi dan pengolahan minyak mentah di lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.

Selain itu, membangun pipa darat dan pipa bawah laut yang terhubung Bojonegoro-Tuban, pembangunan jalan layang, dan membangun dermaga di Tuban untuk bersandarnya kapal tangker. Proyek Banyu Urip yang menelan dana triliunan itu ditargetkan selesai pada 2014.

Menurut Subarata, ladang minyak di lapangan Banyu Urip di Kecamatan Ngasem, lapangan Kedungkeris di Kecamatan Kalitidu, lapangan Alas Tuwo Barat dan Alas Tuwo Timur di Kecamatan Dander dan Ngasem merupakan obyek vital milik negara.

"Itu kan obyek vital milik negara dan polisi ditugasi menjaganya,"ungkapnya.

Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, kini telah menghasilkan minyak mentah sekitar 20 ribu barel per hari. Pada saat puncak produksi nanti diperkirakan dapat mencapai 165 ribu barel per hari. Sedangkan, lapangan Kedungkeris, lapangan Alas Tuwo Barat dan Alas Tuwo Timur hingga kini masih tahap eksplorasi.

Ladang minyak itu dikuasai oleh PT Mobil Cepu Limited, anak perusahaan Exxon Mobil Corporation asal Amerika Serikat. Selain itu, di wilayah barat Bojonegoro terdapat lapangan Tiung Biru yang dikuasai oleh Pertamina Energi dan Produksi. Lapangan Tiung Biru itu kini menghasilkan minyak mentah sekitar 1.500 barel per hari.

Sedangkan, lapangan Sukowati yang dikuasai oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ). Saat ini produksi minyak mentah lapangan Sukowati di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro itu sudah menurun 5.000 barel per hari dan mulai melakukan eksplorasi baru di PAD B. [uuk/but]

Dibuka Pendaftaran Penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier TNI AD Gelombang II TA. 2012

SU94R FM RadioNet.com
Daftar Catam TNI AD Bisa Lewat Online
 
Selasa, 31 Juli 2012
Reporter : Rahardi Soekarno J.

Surabaya (beritajatim.com) - Kodam V/Brawijaya membuka pendaftaran penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier TNI AD gelombang II TA. 2012, bagi para pemuda Warga Negara Indonesia dalam wilayah Jatim. Pendaftaran dibuka pada tanggal 30 Juli 2012 dan di tutup pada tanggal 10 Agustus 2012.

Peminat bisa melakukan pendaftaran secara online melalui website penerimaan Prajurit TNI AD alamat http://rekrutmentni.ilmci.com. Selain itu, pendaftaran bisa dilakukan di masing-masing Sub Panitia daerah, antara lain Ajen Kodam V/Brawijaya Malang, Ajen Korem 081/DSJ Madiun, Ajen Korem 082/CPYJ Mojokerto, Ajen Korem 083/BDJ Malang, Ajen Korem 084/BJ Surabaya, dan Kodim-Kodim sewilayah Jatim. 

Alokasi masuk pendidikan sebanyak 290 orang. Jadwal test Administrasi, Kesehatan, Jasmani dan wawancara di mulai tanggal 13 Agustus 2012 s.d 28 September 2012. Test Psikologi pada tanggal  1 s.d 2 Oktober  2012. Test Kesehatan II pada tanggal 5 s.d 16 November 2012 dan Pantukhir dilaksanakan pada tanggal 22 November  2012.  "Menurut rencana pembukaan pendidikan akan dilaksanakan pada tanggal 26 November 2012," tutur Kepala Penerangan Letkol Totok  Sugiharto, Selasa (31/7/2012).

Totok lantas menjelaskan beberapa persyaratan bagi peminat yang hendak mendaftar. Salah satunya adalah pernyataan belum pernah nikah dan sanggup tidak nikah selama dalam pendidikan pertama dan 2 tahun setelah diangkat menjadi prajurit berpangkat Prada.

"Syarat lain adalah tinggi badan tidak kurang dari 163 Cm dan berat badan seimbang. Usia maksimal 22 tahun. Pendaftar juga tidak boleh bertato," katanya. [tok/but]

Jalan Raya Merakurak – Montong Rusak Berat.

SU94R FM RadioNet.com

Jalan Raya Merakurak – Montong Rusak Berat.


jalan rusak
TUBAN, sosialnews.com – Jalan raya penghubung antar Kecamatan, tepat berada di Dusun Suruhan Desa Tuwiriwetan Kecamatan Merakurak rusak berat, ini mengakibatkan sejumlah pengguna jalan merasa jengkel dengan kondisi badan jalan yang menghambat perjalanan. Titik kerusakan jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Merakurak ke Kecamatan Montong ini, mengelupas dan berlobang lebar hingga dirasa sejumlah pengguna jalan sangat mengkhawatirkan.
Selain mengganggu para pengguna jalan juga berdampak rentan terjadinya kecelakaan, “Saya berharap pemerintah serius membangun jalan ini”, tegas Mashuri salah satu warga Kecamatan Montong ketika bertemu sosialnews.com, saat mengambil gambar lapangan.
Warga setempat yang merasa kesal dengan adanya jalan rusak tersebut menanami pohon jagung, dimaksudkan agar para pengguna jalan lebih esktra hati-hati ketika melintas di jalan tersebut, “Terkadang rombongan bupati saja sering lewat sini, kenapa tidak dibangun lagi, padahal sebelumnya jalan ini lebih bagus dari pada sekarang,” tegas pemuda yang bekerja di salah satu toko bangunan di Kecamatan Kota.
Diakui atau tidak bahwa jalan raya tingkat Kecamatan ini dahulunya lebih bagus dan mulus, dan sedikitpun tak rusak, justru ketika ada pembangunan pelebaran dan pembangunan trototar untuk jalan setempat bulan oktober 2011 yang lalu, tanda-tanda jalan rusak mulai kelihatan.
Selain faktor penggarapan yang tidak profesional, lantaran pengerjaan yang dirasa tidak serius, buktinya pengerjaan yang selalu berhenti acapkali turun hujan lebat, kondisi pengerjaan ini diperparah dengan kondisi pembuatan trotoar untuk Kecamatan Merakurak. Dalam pengerjaanya usai membuat gorong-gorong bukan ditutup kembali, malainkan dibiarkan begitu saja sehingga warga yang tinggal di pinggiran jalan terpaksa menutup gorong-gorongnya sendiri dengan peralatan seadanya, lantaran butuh jalan untuk melintas ke jalan raya. “Kalau penggarapnya secara pasti tidak tahu nama lembaganya mas, namun sejak awal pembangunan jalan sudah membuat warga resah, selain tidak ada sosialisasi,” tegas Budi Kepala Desa Tuwiriwetan.
Informasi yang diterima, bahwa penggarapan insfrakstruktur jalan ini digarap oleh CV Citra Gading, dengan angka projek senilai Rp. 1 milyar lebih. Dengan alokasi pembangunan pelebaran Jalan dan pembuatan trotoar untuk Kecamatan Merakurak. Diduga akibat aktifitas pembangunan tersebut malah mengisahkan masalah belaka bagi masyarakat setempat maupun para pengguna jalan.
Dikonnfirmasi terpisah, melalui via teleponnya Choliq Qunaisih Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Tuban, terkait pembangunan jalan tersebut belum bisa menjelaskan secara detail dengan alasan lagi mengikuti Bupati, “ya mas, lagi ikut pak Bupati safari ramadhan, bentar ya”, ujarnya tanpa menyebut dimana lokasi safarinya. (ayik)

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Di Tuban Tempati Kantor Baru

SU94R FM RadioNet.com

HNSI Kini Tempati Kantor Baru.

Drs.Matrawi memberi sambutan pada acara menempati kantor baru HNSI Tuban.
TUBAN (jurnalberita.com) – Sekian lama mengidamkan memiliki dan menempati kantor baru, keinginan Pengurus HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Tuban akhirnya terpenuhi.  Kantor yang berada di Jl. Panglima Sudirman No.300 itu, Sabtu (28/7/12) lalu, diresmikan dan dihadiri Kepala Dinas Kelautan Kabupaten Tuban, Ketua HNSI Kabupaten Tuban, Drs.Matrawi serta pengurus HSNI dan  Rukun Nelayan.
“Saya selaku Ketua HNSI Kabupaten Tuban berupanya memajukan peranan HNSI Kabupaten Tuban di tingkat birokrasi maupun para anggota rukun nelayan, yang notabene para nelayan yang mengalami pasang surut dalam hal perekonomian,” ujar Matrawi.
Selain itu, kata Matrawi, dirinya juga berupaya meminta sumbangsih pada perusahaan besar maupun BUMN yang selama ini menggunakan laut Tuban sebagai lalu lintas kepentingan perusahaannya. “Selama ini, sumbangsih  mereka pada nekayan masih sangat minim,” ungkapnya.
Matrawi berharap keberadaan kantor baru ini dapat digunakan para nelayan sebagai tempat ajang bertemu atau berkumpul dan berkomunikasi antara nelayan dengan pengurus HNSI, sekaligus mencegah adanya miskomunikasi.

Test OnLine Uji Kompetensi Guru (UKG) Tuban

SU94R FM RadioNet.com

Ribuan Guru Dites UKG Secara Online.


kotatuban.com/lukmanul haqim
kotatuban.com – Sebanyak 4042 tenaga pendidik se Kabupaten Tuban yang terdiri dari  830 tenaga pendidik tingkat menengah pertama  (SMP), 463 tenaga pendidik tingkat menengah atas/kejuruan (SMA/SMK) dan 2.749 tenaga pendidik tingkat TK/SD/SLB,  mengikuti uji kompetensi guru (UKG) secara online.
UKG digelar bergelombang mulai Senin (30/7) hingga 10 agustus 2012 mendatang. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban telah menunjuk 13 sekolah di Tuban yang memiliki sarana laboraturium komputer dan jaringan internet sebagai tempat pelaksanaan ujian para guru.
Kepala Disdikpora Tuban, Sutrisno, mengatakan UKG merupakan upaya pemerintah melakukan pemetaan terhadap kopetensi guru, sekaligus sebagai entri poin penilaian kinerja guru.
”UKG ini bisa menjadi acuan pemerintah untuk mengontrol kompetensi guru dan dan penilaian kinerja guru, “ ujar Sutrisno.
Pelaksanaan UKG sendiri diberikan waktu selama 150 menit atau sekitar dua jam. Agar pelaksanaan dapat dilangsanakan dengan lancar ujian akan dibagi menjadi beberapa gelombang di beberapa sekolah yang telah ditunjuk sebagai lokasi tempat pelaksanaan ujian.
“Sasaran UKG ini tidak hanya guru tertentu saja akan tetapi semua guru. Baik guru swasta mau pun guru negeri atau PNS, yang dimuali secara bertahap mulai tahun 2012 ini,” jelas Sutrisno,
Pelaksanaan UKG hari pertama tingkat SMP dilaksanakan di tiga tempat, yakni di SMPN 6 Tuban, SMPN T Tuban, SMK Abdi Negara dan SMKN 1 Tuban. Rencananya untuk tingkat SMP sendiri kan berlangsung selama  4 hari terhitung mulai tanggal 30 Juli hingga 2 Agustus 2012. (kim)
UKG digelar bergelombang mulai Senin (30/7) hingga 10 agustus 2012 mendatang. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban telah menunjuk 13 sekolah di Tuban yang memiliki sarana laboraturium komputer dan jaringan internet sebagai tempat pelaksanaan ujian para guru.
Kepala Disdikpora Tuban, Sutrisno, mengatakan UKG merupakan upaya pemerintah melakukan pemetaan terhadap kopetensi guru, sekaligus sebagai entri poin penilaian kinerja guru.
”UKG ini bisa menjadi acuan pemerintah untuk mengontrol kompetensi guru dan dan penilaian kinerja guru, “ ujar Sutrisno.
Pelaksanaan UKG sendiri diberikan waktu selama 150 menit atau sekitar dua jam. Agar pelaksanaan dapat dilangsanakan dengan lancar ujian akan dibagi menjadi beberapa gelombang di beberapa sekolah yang telah ditunjuk sebagai lokasi tempat pelaksanaan ujian.
“Sasaran UKG ini tidak hanya guru tertentu saja akan tetapi semua guru. Baik guru swasta mau pun guru negeri atau PNS, yang dimuali secara bertahap mulai tahun 2012 ini,” jelas Sutrisno,
Pelaksanaan UKG hari pertama tingkat SMP dilaksanakan di tiga tempat, yakni di SMPN 6 Tuban, SMPN T Tuban, SMK Abdi Negara dan SMKN 1 Tuban. Rencananya untuk tingkat SMP sendiri kan berlangsung selama  4 hari terhitung mulai tanggal 30 Juli hingga 2 Agustus 2012. (kim)

Operasi Ketupat Semeru 2012 Polres Tuban

SU94R FM RadioNet.com

Operasi Ketupat Semeru 2012 Fokus Amankan Toko Emas


Penjagaan sementara toko emas saat menjelang lebaran
Kabartuban.com- senin (30/07/12) jelang Hari Raya Idul Fitri, segenap anggota kepolisian dilibatkan dalam pengamanan toko emas yang ada di seluruh Kabupaten Tuban. Guna mengantisipasi tindak kejahatan yang diperkirakan target utamanya toko emas, kegiatan yang bersandi Ketupat Semeru 2012 ini disiagakan dengan tujuan meminimalisir tindak kejahatan yang biasanya semakin gencar pada saat mendekati hari Raya Umat Muslim tersebut. Menurut informasi Kabag Ops Polres Tuban melalui via ponselnya menjelaskan bahwa kegiatan ini bersifat sementara dan di perintahkan ke seluruh anggota Polsek di wilayahnya masing – masing selama bulan Suci Ramadhan, agar pembeli dan pemilik toko terhindar dari tindak kriminalitas yang semakin marak di Bumi Ronggolawe.
Lanjut Kabag Ops kepada kabartuban.com- menegaskan, menurut dirinya penjagaan tetap itu hanya di markas sedang di tempat pengamanan hanya sementara saja (saat ada kegiatan) seperti saat ini. (ts)

Polisi Perketat Penjagaan Pertokoan Emas.


kotatuban.com/lukmanul haqim
kotatuban.com – Polres Tuba siagakan sejumlah personilnya di setiap kawasan pertokoan emas dilengkapi senjata untuk mengantisipasi tindak kriminalitas pada bulan ramadhan dan menjelang lebaran 1433 obyek vital lainya, Senin (30/7).
Penjagaan ketet  tersebut nampak di sejumlah pertokoan emas seperti di sejumlah di kawasan Pasar Baru Tuban dan Jalan Gajah Mada. Sejumlah petugas kepolisian terlihat sedang melakukan penjagaan.
Kapolres Tuban, AKBP Awang Joko Rumitro, mengatakan penjagaan tersebut  merupakan upaya peningkatan keamanan selama bulan suci ramadhan hingga pelaksanaan lebaran mendatang agar tercipta situasi kondusif serta aman . Selain di kawasan pertokoan emas petugas juga disiagakan di obyek vital lain seperti bank dan pusat perbelanjaan.
“Dengan penjagaan secara ketat ini, diharapkan mampu menekan tindak kriminalitas. Sebagian petugas juga berpatroli pada saat sahur mau pun pada jam-jam tertentu,” jelas Awang Joko Rumitro.
Polres Tuban juga menempatkan sejumlah anggota reserse di tempat-tempat rawan kriminalitas. Kapolres menghimbau kepada warga masyarakat selalu waspada terhadap segala bentuk kejahatan, dan turut serta menjaga keamanan diri masing-masing. Sementara kepada para pemilik toko emas dihimbau untuk memasang kamera CCTV agar kamanan dapat selalu terpantau.
“Kami harap peran aktif masyarakat untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada petugas, supaya tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” harap Kapolres Awang Joko Rumitro. (kim)

Polisi Jaga Ketat Toko Emas dan Bank.


Aparat Kepolisian mulai siaga dengan melakukan penjagaan pada sejumlah obyek vital, termasuk toko emas dan bank.
TUBAN (jurnalberita.com) – Aksi kejahatan tak pandang lokasi, hari maupun bulan. Bahkan, pada bulan suci Ramadhan yang seharusnya menjadi bulan untuk memperbanyak ibadah, tindak kejahatan dan kriminalitas bisa terjadi kapanpun dan dimanapun.
Guna meminimalisir aksi kejahatan, khususnya aksi perampokan, seperti  yang terjadi di Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu, Polres Tuban memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan melakukan penjagaan secara ketat.
Hal itu terlihat di sejumlah toko emas di Pasar Baru, jalan Gajah Mada Tuban. Sejumlah petugas polisi terlihat sedang melakukan penjagaan pada sejumlah toko emas. Saat dikonfirmasi, Kapolres Tuban, AKBP Awang Joko Rumitro menyatakan, penjagaan yang dilakukan petugas tersebut untuk memberikan rasa aman pada masyarakat.
Selain, toko emas dan Bank, kata Awang, petugas kepolisian juga diturunkan untuk menjaga sejumlah obyek vital yang berada di Kabupaten Tuban.
“Selain itu, kita juga melakukan pengamanan secara ketat di tempat-tempat keramaian dengan melakukan Patroli Ngabuburit, Patroli Sahur serta melakukan operasi pada kendaraan. Itu semua dilakukan untuk menciptakan suasana yang aman. Kring Serse juga kita tingkatkan dengan menempatkan sejumlah anggota Reskrim di tempat yang sering terjadi tindak kriminalitas,” ujar Awang.
Kapolres juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap aks-aksi kejahatan dan turut serta menjaga keamanan wilayah masing-masing.
“Jika ada hal-hal yang mencurigakan, segera menghubungi petugas kepolisian supaya tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Honda Beat S 6567 GL Hilang Di Masjid Al-Abror, Senori,Merakurak

SU94R FM RadioNet.com

Ditinggal Sholat Subuh, Motor Raib Digondol Maling.

Penulis : Hanafi
MERAKURAK
seputartuban.com – Sepeda Motor milik Urip Wicaksono (36) warga Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Tuban, raib digasak maling sesaat setelah diparkir di halaman Masjid Al-Abror, desa setempat, Minggu (29/07/2012), 04.30 WIB.
Kejadian hilangnya sepeda motor merk Honda Beat dengan nopol S 6567 GL bermula saat suami Supiah ini hendak menunaikan sholat subuh ke masjid. Saat di depan masjid sepeda motornya diparkir dengan tanpa dikunci ganda.
Tanpa diduga dan disadari karena sudah terbiasa, Urip bergegas mengikuti barisan sholat. Dan setelah sholat usai dan hendak pulang, korban terperangah ketika mendapati motor matic warna merahnya sudah tidak ada ditempatnya lagi.
Korban sempat kaget dan kebigungan,  usaha bertanya pada tetangga masjid sudah dilakukan namun tidak membuahkan hasil. Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Merakurak.
Kapolsek Merakurak, AKP Ahmad Kusrin saat dikonfirmasi seputartuban.com, Senin (30/07/2012) menjelaskan bahwa, pencurian motor itu memang berawal dari kelalian korban yang tidak mengunci ganda. Kerugian yang diderita korban atas hilangnya motor itu sebesar Rp. 10,750.000. “Apabila memarkir kendaraan supaya hati-hati, tempatkan pada tempat aman, dan agar dikunci stir,” himbaunya.
Parkir di Halaman Masjid, Motor Jamaah Raib.
Senin, 30 Juli 2012
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatim.com) - Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali terjadi di Kabupaten Tuban, kali ini sebuah kendaraan sepeda motor Beat raib di gondol maling saat sedang parkir di halaman masjid Al-Abror, Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Saat kejadian korban sedang menjalankan sholat shubuh di masjid tersebut.

Dari sejumlah keterangan dan informasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com Senin (30/07/2012), kejadian pencurian sepeda motor nopol S 6567 GL milik korban Urip Wicaksono (36), warga Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Tuban berawal saat korban datang di masjid tersebut untuk sholat berjamaah.

Kemudian korban yang sudah sampai di masjid tersebut yang akan melakukan sholat subuh langsung memarkir sepeda motor miliknya di halaman masjid dengan sudah mengambil kunci dari sepeda motornya itu, tanpa rasa curiga sedikitpun korban langsung masuk ke dalam masjid untuk berjamaah.

Setelah usai sholat berjamaah korban yang akan kembali pulang sangat kaget saat mengetahui sepeda motor miliknya sudah tidak ada ditempat semula ia parkir, korban bersama dengan jamaah yang lain langsung berusaha untuk melakukan pencarian di sekitara masjid dan bertanya pada sejumlah warga yang lain.

"Saat meninggalkan sepeda motornya di parkiran masjid korban tidak mengunci stir atau kunci stang motornya, sehingga setelah sholat jamaah sepeda motor korban sudah hilang, pelaku berhasil membawa sepeda motor itu berserta STNKnya lantaran saat itu STNK berada di dalam jok sepeda motor," terang AKP Noersento, Kasubbag Humas Polres Tuban.

Korban bersama dengan warga yang sempat melakukan pencarian tidak juga berhasil menemukan sepeda motor tersebut, akhirnya korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian Polsek setempat. Selain STNK kendaraan yang berada di dalam jok sepeda motor yang raib di halaman masjid tersebut juga terdapat KTP milik korban dan juga istrinya.

"Setelah ada laporan dari korban saat ini petugas masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut untuk menangkap pelaku. Kita menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk selalu waspada terhadap pencurian kendaraan," pungkasnya.[mut/ted]

Senin, 30 Juli 2012

Kebakaran Rumah Di Genaharjo - Semanding, Tuban

SU94R FM RadioNet.com
Ditinggal Taraweh, Rumah Ludes Terbakar
Senin, 30 Juli 2012
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatim.com) - Sebuah rumah berserta isinya milik Rasan (57), warga Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ludes dilalap si jago merah saat ditinggal sholat Taraweh, Senin (30/07/2012). Untung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Informasinya, kejadian itu diduga berasal dari arus pendek listrik dan menimbulkan percikan api sehingga langsung membakar rumah berserta isinya.

Peristiwa itu pertama kali diketahui salah satu tetangga korban yang tidak sedang tidak ikut Tarawih dimana api muncul berasal dari sekitar ruang tamu rumah korban.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berteriak meminta tolong untuk memadamkan api sehingga sejumlah warga yang telah usia melakukan sholat Tarawih langsung berlarian ke rumah korban untuk memadamkan api.

Sayangnya, api sudah semakin membesar dan menghanguskan rumah milik Rasan yang sebagian terbuat dari bambu. Kemudian warga langsung menghubungi petugas kepolisian atas kejadian tersebut untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Sementara itu petugas kepolisian dari Polsek Semanding yang datang di lokasi untuk olah TKP dan mencari penyebab pasti dari kebakaran yang menghanguskan rumah milik petani tersebut. Selain itu, petugas juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata atas kejadian kebakaran itu.

"Dari hasil penyelidikan sementara kebakaran tersebut diduga berasal dari konseleting listrik, pasalnya saat meninggalkan rumah korban sudah mematikan semua peralatan dapur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran itu, namun kerugian ditaksir mancapai jutaan rupiah," terang AKP Noersento, Kasubbag Humas Polres Tuban. [mut/kun]

Ditinggal Tarawih, Rumah Hangus Terbakar.

Penulis : Hanafi
SEMANDING
seputartuban.com – Rumah dari dinding anyaman bambu milik Rasan (57) warga Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding, Tuban, ludes terbakar, Minggu (29/07/2012), 19.00 WIB. Rumah sederhana ukuran 6 x 5 tersebut habis dilalap sijago merah sesaat setelah ditinggal tarawih oleh pemiliknya.
Diduga api berasal dari konsleting listrik yang memercikkan api dan mengenai dinding rumahnya. Kemudian lantaran dinding rumah mudah terbakar, membuat api cepat membesar. Warga sekitar kejadian sempat melakukan pemadaman dengan menyiramkan air dalam timba.
Namun karena dinding serta perabotan rumah terbuat dari bahan mudah terbakar, api tidak bisa dipadamkan dan meratakan dengan tanah rumah itu. Dari kejadian tersebut, korban melaporkan ke Mapolsek Semanding. Dan ditaksir kerugian yang diderita petani itu mencapai Rp. 4.000.000,-.
Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Noersento, saat dikonfirmasi seputartuban.com, Senin (30/07/2012) menjelaskan bahwa, kejadian kebakaran itu, dugaan sementara dari konsleting listrik, dan tidak ada korban jiwa.
“Apabila rumah ditinggal, disarankan untuk mematikan listrik yang tidak perlu. Apabila ada saluran listrik yang rusak agar segera diperbaiki ,” himbaunya.

Seorang Nenek Meninggal Dunia, Membusuk Di Dalam Rumahnya

SU94R FM RadioNet.com
 3 Hari Tak Keluar, Seorang Nenek Tewas Membusuk
Minggu, 29 Juli 2012
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatim.com) - Jumirah (71), seorang nenek yang hidup sebatang kara warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, ditemukan sudah tewas dengan kondisi membusuk di dalam kamar rumahnya, Minggu (29/07/2012). Korban ditemukan oleh sejumlah warga setelah mencium bau menyengat.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com di lapangan, penemuan mayat nenek-nenek yang hanya hidup sebatang kara tersebut mengegerkan sejumlah warga setempat. Warga sejak pagi sudah mulai curiga dengan bau menyengat saat melintas di sekitar rumah korban.

Selain itu para tetangga korban juga merasa penasaran dengan Mbah Jumirah. Pasalnya selama tiga hari terakhir, korban tidak pernah terlihat keluar rumah dan rumahnya selalu tertutup, akhirnya setelah itu warga bersama dengan ketua RT kelurahan tersebut melakukan pengecekan di rumah korban.

Pada saat melakukan pengecekan di rumah Jumirah, sejumlah warga mengetuk-ngetuk pintu rumah korban namun saat itu tidak kunjung ada respon. Sementara itu bau busuk semakin menyengat.

Warga lantas berinisiatif untuk membuka jendela rumah yang ditempati korban. Saat membuka jendela, warga sangat kaget lantaran mengetahui Jumirah sudah dalam kondisi tewas membusuk.

"Biasanya setiap hari pasti kelihatan keluar rumah, namun selama sekitar tiga hari ini warga tidak pernah melihatnya keluar rumah dan pintunya selalu tertutup, kemungkinan meninggalnya sudah tiga hari," terang Maskaryo (32), ketua RT Kelurahan Sidorejo tersebut.

Sementara itu petugas kepolisian dari Polsek Kota Tuban yang mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian perkara untuk melakukan identifikasi dan mengetahui penyebab pasti penyebab kematian korban tewas di dalam rumahnya tersebut. Setelah dilakukan identifikasi dari TKP, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Tuban untuk menjalani pemeriksaan luar.

"Dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga dapat di pastikan korban meninggal karena sudah tua. Setelah menjalani pemeriksaan luar korban akan kita serahkan kepada pihak keluarga korban," ujar AKP Basir, Kapolsek Kota Tuban. [mut/but]

Sudah 4 Harinya, Mayat Nenek Ditemukan Membusuk.

Penulis : Hanafi
TUBAN
seputartuban.com – Warga Kelurahan Sidorejo, Kec. Kota, Kab. Tuban, Minggu (29/07/2012) malam digegerkan dengan peristiwa penemuan mayat yang sudah membusuk disalah satu rumah Jalan Majapahit, Tuban.
Penemuan mayat ini bermula saat bau busuk mulai menyengat dan berasal disalah satu rumah yang ditempati oleh nenek sebatangkara. Dengan memberanikan diri akhirnya warga mendobrak pintu rumah Jumirah (71). Dan hasilnya ditemukan bahwa sang nenek sudah dalam keadaan tidak bernyawa, bahwa kondisi jasadnya sudah hampir membusuk.
Menurut  H. Samsul, salah satu tetangga korban menjelaskan bahwa, korban terakhir diketahui pada hari Kamis (26/07/2012), 08.00 WIB, pulang berbelanja dari Pasar Baru Tuban, namun setelah itu sudah tidak pernah diketahui lagi.
“Saya terakhir jumpa itu pada hari Kamis, sehabis dari pasar, saya kira za, pergi kemana gitu, tidak disangka malah ada bau busuk ini,” tuturnya.
Melihat kejadian ini, tetangga mbah Jumirah melaporkan ke Mapolsek Kota. Dan tidak selang lama sejumlah personil dari Mapolres Tuban datang kelokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dan kondisi mayat sudah membengkak, berbau busuk dan dipenuhi belatung tersebut dibawa ke RSUD Tuban untuk dilakukan pemeriksaan medis apakah, meninggal karena sakit atau ada penyebab lainya.
Kapolsek Kota, AKP Basir saat dikonfirmasi Senin (30/07/2012) terkait penemuan mayat tersebut menjelaskan, dari laporan warga kalau korban memang sudah tua dan sering sakit. “Dari penuturan warga, mayat sudah 4 hari, sehingga sudah membusuk, alhamdulillah sekarang sudah di kebumikan,” ungkapnya.

Minggu, 29 Juli 2012

Pondok Ramadhan Wajib Buat Seluruh Sekolah Di Tuban

SU94R FM RadioNet.com

Disdik Wajibkan Sekolah Gelar Pondok Ramadhan.

Para pelajar SMAN 4 Tuban tengah melaksanakan Pondok Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Al-Falah Tuban.
TUBAN (jurnalberita.com) – Usai dibuka secara resmi oleh Bupati Tuban, Fatkhul Huda, dan Kepala Departemen Agama, Drs. Leksono, M.Pd.I, serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Drs. Sutrisno, di gedung Disdikpora Tuban, Senin (16/7/12) lalu. Seluruh siswa-siswi tingkat SMA se-derajat se-Kabupaten Tuban, secara serentak melaksanakan kegiatan Pondok Ramadhan.
Hal itu, sesuai dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, bahwa seluruh lembaga sekolah tingkat SMA se-derajat wajib melaksanakan Pondok Ramadhan pada bulan puasa.
Berbeda dengan siswa siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Tuban. Mereka melaksanakan Pondok Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Al-Falah Tuban dengan mendatangkan para ulama untuk memberi siraman rohani.
“Sudah dua hari kita mengikuti kegiatan ini, dan dibagi tiap kelas. Empat hari pertama kelas satu, terus dilanjut kelas 2. Setelah itu kemudian kakak kelas 3,” ujar Fendi Aristanto, siswa kelas 2 SMAN 4 Tuban, Sabtu (28/7/12).
Bupati Tuban menyatakan, bahwa tujuan dari kegiatan pondok pesantern tersebut adalah untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT dan mewujudkan karakter dan akhlaq yang baik pada seluruh siswa sekaligus dapat membangun jiwa yang bijak, berani, tidak bergantung kepada orang lain dalam melakukan hal-hal yang positif.
“Kegiatan Pondok Ramadhan juga diharapkan bisa mendukung program pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Tuban yang religi,” ujar Bupati dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan beberapa hari lalu.
Hal senada juga dikatakan Kepala Departemen Agama Tuban, Drs. Leksono, M.PdI. ia mengatakan, kegiatan Pondok Ramadhan selain untuk meningkatkan Iman dan Taqwa para siswa, juga diharapkan bisa membentengi para siswa disaat zaman yang serba modern ini, agar terhindar dari pergaulan bebas.

Awas...!! Ada Anggota BUSER Gadungan...!

SU94R FM RadioNet.com
Culik 'Penjual Togel', 3 Anggota Buser Polda Jatim Gadungan Ditangkap
Minggu, 29 Juli 2012 09:39:11 WIB
Reporter : Nanang Masyhari

Kediri (beritajatim.com) - Anggota Resor Mobil (Resmob) Polres Kediri Kota berhasil meringkus kawanan pelaku penculikan serta pemerasan seorang pria asal Malang. Pelaku berjumlah tiga orang, mengaku anggota Buru Sergap (Buser) Polda Jatim.
"Anggota Resmob Polres Kediri Kota telah berhasil mengamankan tiga pelaku pemerasan yang mengaku anggota Buser Polda Jatim. Saat ini, ketiganya sedang kita mintai keterangan," ujar Kapolres Kediri Kota, AKBP Ratno Kuncoro kepada beritajatim.com, Minggu (29/07/2012) pagi.
Penangkapan berlangsung di sekitar Alun-alun Kota Kediri, pada pukul 02.30 WIB. Petugas sempat memancing pelaku dengan berpura-pura sebagai keluarga korban yang hendak memberikan tebusan. Seorang pelaku datang untuk mengambil uang tersebut.
Begitu pelaku datang dan menerima uang tebusan itu, petugas Resmob Polres Kediri Kota yang langsung langsung menyergapnya. Sementara dua pelaku lain, ditangkap tidak jauh dari lokasi penangkapan sebelumnya. Keduanya sempat berupaya kabur, tetapi mereka akhirnya dapat diamankan pula.
Dijelaskan Kapolres, penangkapan tiga penculik dan pemeras ini bermula dari informasi Reskrim Polsek Kalipare Kabupaten Malang yang telah menerima laporan bahwa Solikin (50) telah diculik.
Pria asal Desa Sumber Petung, Rt 41 Rw 09 Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang itu sudah disekap pelaku sejak Sabtu (28/07/2012) kemaren sore di Malang. Dia sempat dibawa pelaku ke Tulungagung dan akhirnya ke Kediri.
Korban diculik dan diperas karena asalan sebagai penjual judi togel. Pelaku baru bersedia melepaskan korban bila membayar tebusan sebesar Rp 20 juta.
Inilah identitas ketiga pelaku. Semuanya adalah masyarakat sipil.
1). RAMA KRESHNA, lk, Surabaya, 18-02-1982, almt Ds. Banjar Sugihan Manukan Lor 4-E/30 Rt. 02/01 Kec. Tandes Surabaya, berperan sbg Kanit Buser Polda Jatim berpangkat AKP.
2). MARDI SUTRISNO, Lk, Surabaya, 21-04-1981, alamat Ds. Banjar Sugihan Manukan Lor IV-B/21 Rt. 02/01 Kec. Tandes Surabaya, berperan sebagai anggota Buser Polda Jatim.
3). ERYAWAN CAHYANINGRAT, Lk, Surabaya, 26-11-1978, islam, swasta, alamat Ds. Banjar Sugihan Manukan Lor 4-A/40 Rt. 02/01 Kec. Tandes Surabaya, berperan sebagai anggota Buser Polda Jatim.
Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan uang tebusan senilai Rp 900 ribu (yg dikemas keluarga korban seperti Rp 20 juta), sebuah mobil Toyota Kijang LGX warna biru metalik No.Pol W 1020 B, atas nama SUTRISNO ANGGONO alamat Peniron Wetan, RT/RW: 02/03 Gadingwatu Menganti Gresik (diakui pelaku sbg mobil sewaan), sepucuk pistol mainan, 4 HP, dan sebuah borgol.
Kapolres menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Pasalnya, dimungkinan pelaku melakukan aksinya di TKP lain. [nng/kun]

Polres Tuban Gelar Razia di Perbatasan.

SU94R FM RadioNet.com

Antisipasi Kejahatan, Polres Tuban Gelar Razia di Perbatasan.

Penulis : Hanafi
BANCAR
seputartuban.com – Polres Tuban adakan razia besar-besaran, dengan sasaran kendaraan pribadi, truck, trailer, hingga kendaraan muatan di perbatasan Propinsi Jawa Timur dan Propinsi Jawa Tengah tepatnya di Desa Bulu, Kecamatan Bancar, Tuban, Minggu (29/07/2012), dinihari.
Razia tersebut melibatkan 131 personil kepolisian yang terdiri dari anggota Polres Tuban sebanyak 89 petugas dan 6 Polsek diantaranya yaitu Polsek Jenu, Polsek Tambakboyo, Polsek Kerek, Polsek Bancar, Polsek Jatirogo serta Polsek Kenduruan masing -masing 7 petugas.
Dalam pelaksanannya hanya memeriksa kelengkapan surat- surat kendaraan, muatan, dan jumlah penumpang kendaraan pribadi, kendaraan muatan barang seperti truck, Trailler hingga truck gandeng yang dianggap mencurigakan.
Semua kendaraan yang melintas memasuki wilayah Kabupaten Tuban dari arah barat menuju arah timur tidak luput dari pemeriksaan personil yang ada. Operasi kali ini dibagi menjadi 3 tahap. Razia pertama pukul 24.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Tuban, AKP Bambang Sugianto.
Tahap kedua pukul 01.00 WIB sampai dengan pukul 02.00 WIB dipimpim oleh Kasat Narkoba Polres Tuban,  AKP Gatos. Dan tahap 3 pukul 02.00 WIB sampai dengan pukul 03.00 WIB dipimpin Kasat Intelkam Polres Tuban, AKP. Singgih Sujianto.
Kabag Ops, Polres Tuban, Kompol Suhartono saat dikonfirmasi seputartuban.com, terkait adanya razia ini merupakan antisipasi tindak pidana. Seperti pembuangan mayat di Desa Purworejo, Kecamatan Jenu, Tuban 4 hari yang lalu. Agar kejadian tersebut tidak terulang serta mengurangi tindak kejahatan lainya.
” Kami menerjunkan 131 personil razia perbatasan, guna antisipasi adanya tindakan mencurigakan yang mengarah pada kriminalitas, seprti  korban tindak kriminalitas yang dilakukan di luar Tuban namun pembuangannya di Tuban” ungkapnya.
Selama razia berlangsung, hanya ditemukan 1 tindak pelanggaran. Kendaraan nopol B 1663 VB dengan tujuan dari Jakarta menuju Madura tidak bisa menunjukkan surat- surat kendaraannya. Namun tidak diamankan, hanya ditegur saja.
 Antispasi 'Bajing Loncat', Polisi Razia Kendaraan
Minggu, 29 Juli 2012 10:40:15 WIB
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatim.com) - Dalam melakukan antisipasi tindak kejahatan Bajing Loncat di jalan raya yang sering terjadi dan korbannya beberapa kali dibuang di wilayah Kabupaten Tuban, sejumlah petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban menggelar razia kendaraan yang melalui jalur Pantura, Kabupaten Tuban, Minggu (29/07/2012) dini hari.

Dari pantuan beritajatim.com kegiatan razia terhadap sejumlah kendaraan truk besar maupun kendaraan pribadi yang memasuki wilayah Jawa Timur tersebut dilakukan di perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Dalam razia tersebut tidak menemukan sasaran yang di tuju.

Dalam kegiatan razia yang bertujuan untuk mencegah aksi pembuangan korban perampokan dari para bajing loncat di wilayah Kabupaten Tuban tersebut sedikitnya 130 anggota dari Polres Tuban berserta Polsek jajaran di kerahkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas.

Para petugas yang melakukan kegiatan tersebut menghentikan satu persatu kendaraan yang melintas baik kendaraan pribadi maupun kendaraan truk yang bermuatan barang, petugas memeriksan muatan dan barang bawaan yang berada di dalam kendaraan untuk mencari senjata tajam atau barang-barang mencurigakan yang dimungkinkan merupakan hasil tindak kejahatan.

"Kita melakukan kegiatan razia kendaraan yang akan masuk kota Tuban ini mengingat banyaknya korban kejahatan yang di buang di Tuban dan untuk TKPnya bukan di Tuban, dengan melakukan razia ini bertujuan untuk menekan kejadian pembuangan korban kejahatan di Tuban," terang Kabag Ops Polres Tuban, Kompol Suhartono, setelah memimpin razia tersebut.

Dalam razia untuk menekan angka kejahatan di jalan raya yang dilakukan selama kurang lebih 3 jam di jalur Pantura Kabupaten Tuban tersebut petugas tidak mendapatkan hasil apapun dari yang telah dijadikan sebagai sasaran, seperti senjata tajam maupun pelaku tindak kejahatan di jalan raya.

"Untuk sementara hasilnya masih nihil, kegiatan razia ini akan terus kita lakukan secara rutin dengan tujuan mencegah semakin maraknya tindak kriminalitas di jalan, kita juga menghimbau kepada para sopir untuk tetap hati-hati," pungkasnya. [mut/kun]

Polres Gelar Razia di Perbatasan Jatim – Jateng.


29-7 Razia PerbatasanTUBAN, sosialnews.com – 130 Personil anggota Kepolisian Resort (Polres) Tuban, menggelar razia di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, jalur pantura tepatnya di Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban, dalam rangka mengantisipasi adanya tindak kejahatan pasca ditemukanya mayat berseragam polisi di Desa Purworejo Kecamatan Jenu.
Operasi yang dipimpin langsung Kabag Ops Kompol Suhartono ini, dimulai sekitar jam 23.00 (sabtu malam-red) berangkat dari Polres Tuban dan berakhir jam 03.00 dini hari. Dengan membagi pasukanyan menjadi 3 Shift, diantaranya shift pertama kegiatan dilakukan jam 24.00 – 01.00, dilanjutkan shift kedua jam 01.00 sampai jam 02.00. shif ketiga jam 02.00 – 03.00 dinihari. “Kegiatan ini kita lakukan agar tidak kecolongan lagi terhadap tindak kejahatan,” ungkap Suhartono kepada wartawan.
Para petugas yang disiagakan langsung menghentikan sejumlah kendaraan bermotor yang melaju dari arah barat ke timur, dan memeriksa satu persatu kendaraan yang berhenti, baik surat-surat kendaraan maupun barang bawaan di dalam kendaraan dengan teliti, “Rencananya kita akan lakukan kegiatan ini dengan rutin,” tambah Kompol Suhartono.
Dijelaskanya, salah satu tindak kejahatan yang membuat geger Tuban belakangan ini adalah seorang mayat berseragam polisi yang ditemukan warga di Desa Purworejo Kecamatan Jenu kemarin. Yang mana lokasi tersebut merupakan pembuangan mayat tindak kejahatan yang dilakukan pelaku, sedangkan kejadiannya terjadi di luar Kabupaten Tuban.
Sementara, dalam razia yang digelar, petugas tidak berhasil menemukan sejumlah barang yang dianggap mencurigakan pasca pemeriksaan kendaraan yang melaju, “Untuk hasilnya masih nihil, akan tetapi kita akan tetap terus menggelar operasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan merambah di wilayah Tuban,” pungkas Suhartono. (ayik)

Tindak Pidana Meningkat, Polres Tuban Gelar Rasia

Kabartuban.com- minggu (29/7/12) pukul 01.00 hingga menjelang Subuh dini hari Polres Tuban gelar razia besar – besaran pada setiap kendaraan yang melintas di perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah terkait
sering terjadinya tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oknum dari luar kota atau luar daerah Jawa Timur yang kemudian di buang di Tuban.
Dalam razia dini hari tadi melibatkan 130 (seratus tiga puluh) personil anggota kepolisian dari Polres dan Polsek yang dibagi menjadi 3 (tiga) regu, dari ketiga regu tersebut per regu bergiliran beroperasi sesuai waktu yang ditentukan.
Dari pantauan kabartuban.com yang mengikuti kegiatan tersebut hingga tuntas, pihak kepolisian belum mendapatkan target yang diharapkan, hanya satu kendaraan Daihatsu Xenia Nopol B 1663 VB yang sempat di
tahan karena surat – surat kendaraanya tidak asli (foto copy). Karena dirasa mencurigakan, seluruh penumpang Xenia diturunkan untuk diperiksa dan dimintai keterangan lebih lanjut.
Menurut keterangan Kabag Ops Polres Tuban Kompol Suhartono, kegiatan tersebut guna mengantisipasi tindak pidana dari luar daerah dan kegiatan tersebut akan dilakukan secara berkala dengan harapan tidak terjadi tindak pidana dari luar daerah yang masuk ke wilayah Jawa Timur khususnya Kota Tuban, tegasnya. (ts)

Polres Tuban Pelototi Jalur Perbatasan.

Petugas tengah memeriksa kendaraan yang melintasi perbatasan Jatim dan Jateng.
TUBAN (jurnalberita.com) – Usai ditemukan mayat pria berseragam polisi, yang diduga korban dari luar kota Tuban, beberapa kari lalu, Polres Tuban menerjunkan 130 personil untuk melakukan razia kendaraan di jalur ppantura, tepatnya di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Minggu (/29/7/12).
Tak hanya memeriksa surat-surat kelengkapan kendaraan, petugas juga memeriksa bawang bawaan atau muatan kendaraan yang melintasi perbatasan dua wilayah priovinsi tersebut.
Kabag Ops Polres Tuban, Kompol Suhartono, yang memimpin jalannya operasi mengatakan, operasi ini dilakukan untuk mengantisipasi tindak kejahatan atau pelaku tuindak kejahatan yang akan masuk dan keluar dari wilayah Jatim, khususnya ke wilayah Kabupaten Tuban.
“Beberapa hari lalu kita sempat kecolongan setelah ditemukannya mayat berseragam polisi yang diduga korban tindak kejahatan atau pembunuhan dari luar Tuban yang dibuang di Desa Pereng, Kecamatan Jenu,” ujar Suhartono.
Meski pada operasi kali ini tidak ditemukan target atau sasaran operasi, kata Suhartono, pihaknya akan tetap terus menggelar operasi serupa secara rutin hingga mendekati lebaran.

Penjual TUAK Tuban Libur Saat Puasa Ramadhan

SU94R FM RadioNet.com

Tanpa Dirazia, Penjual Tuak Sadar Diri.

Warung tuak di Jalan M. Yamin, Desa Gedung Ombo, Semanding tutup pada bulan Ramadhan. Pada hari biasa, selalu dijubeli penikmat tuak. (jbc18)
TUBAN (jurnalberita.com) – Sejumlah di sudut-sudut  kota yang biasanya selalu ramai dengan para penikmat tuak dipadu beragam camilan ringan di tepi jalan, pada bulan ramadhan terlihat sepi. Tak satupun penjual tuak yang membuka warungnya. Pemblin jelas tak satupun yang terlihat.
Sakur (50), warga Desa Gedungombo, Kecamatan Semanding, Tuban, yang biasa berjualan tuak di Jalan M. Yamin Tuban, mengaku enggan berjualan saat bulan puasa. Selain menghormati bulan yang suci ini, ia juga menghormati orang yang tengah menjalankan ibadah puasa.
“Libur mas, menghormati bulan Ramadhan dan orang-orang yang sedang menjalankan ibadah Puasa. Saya bisa berjualan setiap hari, tapi bulan Puasa kan hanya satu tahun sekali. Makanya, kita harus menghormati bulan suci Ramadhan ini,” ujar Sakur. Sabtu (28/7/12).
Selain alasan tersebut, pedagang lain juga mengaku saat bulan puasa para penderes lebih senang mengganti produksi tuaknya menjadi legen. Karena pada saat bulan puasa seperti saat ini, masyarakat banyak yang mencari legen untuk berbuka puasa.
“Kalau bulan puasa ini lebih untung kalau dijadikan legen saja, karena disaat bulan puasa seperti ini penjualannya bisa mencapai tiga kali lipat daripada hari biasa,” terang Kemin (45), penderes tuak asal Desa Tunah, ditemui ditempat terpisah.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tuban, Heri Muharwanto, mengaku pihaknya tidak pernah melakukan razia kepada pedagang minuman tuak. Selama ini, pihaknya hanya memberikan penyadaran dengan mendatangi pedagang di tempat mereka berjualan.
“Selama bulan puasa ini, kita hanya melakukan pembinaan. Itu hanya berlangsung selama dua kali. Alhamdulillah, para pedagang sudah sadar dengan sendirinya,” terang Heri saat dihubungi via ponselnya.

Polisi Siap Siagakan Penjagaan Di Penjuru Kota Tuban

SU94R FM RadioNet.com
Ramadan, Polisi Perketat Penjagaan Keramaian dan Toko Emas.
Minggu, 29 Juli 2012
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatim.com) - Selama pelaksanaan ibadan puasa di bulan Suci Ramadhan 1433 Hijriyah petugas kepolisian dari Polres Tuban telah melakukan berbagai kegaiatan untuk menjaga ketertiban dan keamanan untuk menciptakan keyamanan selama bulan puasa.

Hal tersebut sebagaimana diungkap oleh Kapolres Tuban AKBP Awang Joko Rumitro, ia menyatakan bahwa selama bulan puasa ini petugas dari Polres Tuban terus melakukan kegiatan patroli-patroli rutin di sejumlah titik dan juga memperketat pengamanan di obyek-obyek vital seperti pertokoan emas dan bank. "Selama bulan puasa kita juga terus melakukan pengamanan secara ketat di tempat-tempat keramaian dengan melakukan Patroli Ngabuburit, Patroli Sahur untuk menciptakan keamanan supaya tetap terkendali," ujar AKBP Awang Joko Rumitro, Kapolres Tuban, Sabtu (28/07/2012).

Sementara itu, untuk di obyek vital seperti kawasan pertokoan emas dan sejumlah bank yang ada di Kabupaten Tuban Polres Tuban telah melakukan pengamanan secara ketat dengan menempatkan sejumlah anggota di kawasan pertokoan emas untuk melakukan pengamanan. "Selain itu untuk mengatasi dan mengantisipasi aksi kriminalitas kita juga mempunyai program Kring Serse yang mana kita menempatkan anggota Reskrim di tempat rawan kejahatan kriminalitas," lanjut Kapolres asal Magelang tersebut.

Kapolres menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Tuban untuk tetap selalu waspada ikut menjaga keamanan masing-masing, jika ada hal-hal yang mencurigakan untuk segera menghubungi petugas kepolisian supaya tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.[mut/ted]

Sabtu, 28 Juli 2012

Indonesia Kalah 6~0 Melawan Malaysia (U-22)

SU94R FM RadioNet.com
Timnas U-22 Dibantai Malaysia 0-6
 
Sabtu, 28 Juli 2012

Jakarta - Timnas Garuda Muda tak berdaya saat menghadapi Timnas Malaysia. Skor 6-0 menutup pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia U-22 melawan tim Malaysia Selection.

Para pemain Malaysia seakan tanpa beban langsung tancap gas sejak pertandingan dimulai. Gawang Indonesia yang dijaga Aji Saka pertama kali bobol di menit kesebelas oleh aksi Ahmad Hazwan.

Setelah kebobolan, para penggawa 'Garuda Muda' menaikan tensi serangan. Namun, serangan Malaysia malah berbalik seperti gelombang. Seorang pemain asing Malaysia XI, Michael Kuballo dilanggar di kotak terlarang. Akibatnya wasit menunjuk titik putih. Eksekusi penalti pun lancar dilakukan KUballo. Menit ke-14 posisi Indonesia tertinggal 2-0.

Setelah kebobolan para pemain Indonesia mulai mengambil inisiatif pertandingan. Umpan pendek dan panjang mulai dilakukan. Namun pemain Malaysia bermain lebih tenang dan percaya diri.

Malaysia berhasil memperlebar jarak di menit ke-32. Lewat aksi Azrif Nasrulhaq. Berawal dari umpan silang dari sisi kiri pertahahan Indonesia, Azrif melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti yang tak bisa dihentikan Aji Saka.

Penderitaan Indonesia semakin bertambah Menit 35, setelah Amri Yahya kembali menjebol gawang Aji setelah menerima umpan Azrif. Indonesia coba menebar ancaman lewat tendangan Ridwan Awaludin dua menit kemudian. Sayang tendangannya masih bisa ditepis kiper Malaysia, Kubala.

Sebelum babak pertama berakhir, Malaysia kembali berhasil menambah keunggulan mereka. Amri Yahyah kembali sukses menjebol gawang Indonesia. 5-0 Indonesia telah dicukur Malaysia.

Unggul lma gol di babak pertama, Malaysia XI hanya mampu menambah satu gol lagi di babak kedua. Gol semata wayang Malaysia di babak kedua, diciptakan oleh Shukron Adan di menit ke-66. Kiper Indonesia, Aji Saka melakukan kesalahan yang langsung dimanfaatkan oleh Adan sehingga berbuah gol.

Serangan bertubi-tubi terus dilakukan oleh Malaysia yang memanfaatkan serangan balik. Kubu Indonesia sendiri, beberapa kali mengancam gawang Malaysia. Sayangnya, sebuah tendangan Andik Vermansyah dari depan gawang masih bisa dihalau.

Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/7/2012) malam WIB itu digelar tanpa penonton.

Susunan Pemain:

Indonesia U-22: Aji Saka, Danny Saputra, Nur Mufid, Agus Nova, Syafrudin T, Rasyid, Syahroni, Ridwan, Rahmat H, Kurniawan, Agung

Malaysia Selection: Kiper: Izham Tarmizi (kiper), Shukron Adnan,Yahyah, Michael Kubal, Ramez DeJoub, Yaumizi, Nurrul Haq, Hishammudin, Sharul Nizam, Haznan Bakri, Cristy Jayaseelan, Fandi
Sumber : inilah.com

Jumat, 27 Juli 2012

Ramadhan, Lokalisasi Pelacuran Tuban Jalan Terus

SU94R FM RadioNet.com

Tuban: Bulan Ramadhan, Pelacuran Jalan Terus.

Tuban kabartuban.com- Jum’at (27/7/12) pukul 01.00 Wib, Tim Investigasi Kuda Hitam mencoba menelusuri tempat atau lokalisasi prostitusi yang berada di wilayah Kabupaten Tuban. Dari beberapa tempat yang dimasuki tim investigasi terlihat salah satu lokalisasi yang berada di dekat kota tepatnya di lokasi stadion Lokajaya yang biasa disebut *lokalisasi Ndasin* ternyata masih banyak pekerja seks komersial (PSK) yang masih beroperasi di bulan suci ramadhan.
Dari pantauan kabartuban.com ketika di lokasi memang rumah – rumah yang dijadikan tempat mesum tersebut kebanyakan pintu depan tertutup dan lampu rumah juga tidak dinyalakan, namun kenyataanya kondisi tersebut
digunakan untuk mengelabuhi petugas, para PSK tersebut duduk di teras gelap sembari menunggu pria hidung belang yang mondar mandir mencari tempat pelampiasan nafsu birahinya.
Menurut keterangan salah satu PSK yang mengaku berasal dari Kabupaten Cepu yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, hal tersebut sengaja dilakukan guna mengelabuhi petugas agar terlihat bahwa lokalisasi tersebut tidak beroperasi di bulan suci ramadhan, ” mau gimana lagi mas, nasi sudah menjadi bubur, sebenarnya ingin pulang tapi kalau tidak bawa uang ya malu sama keluarga, terpaksa harus main kucing – kucingan sama petugas” tandasnya sambil ketawa tanpa ada rasa malu.
Hanya beberapa rumah yang di dalamnya juga tampak ada gadis – gadis sekaligus juga menjual minuman keras (MIRAS) berani blak – blakan membuka pintu rumah.
Tim investigasi sempat kesulitan mengambil gambar, di khawatirkan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pasalnya dimungkinkan tempat semacam itu pasti ada preman atau keamanan setempat untuk mengatasi kejadian – kejadian yang menyangkut ketidaknyamanan lokalisasi tersebut. Dengan sedikit kesabaran kabartuban.com berhasil mengambil gambar dari kejauhan dan tanpa menggunakan lampu flash atau blitz di lokalisasi Ndasin dengan sedikit bersembunyi.
Dari informasi yang singkat yang bisa dihimpun, lokalisasi tersebut tidak pernah tutup, setiap hari selalu ada PSK yang menjajakan barang pelampiasan nafsu tersebut, mereka baru ketakutan apabila ada razia, tapi bila petugas sudah pergi mereka pasti kembali lagi. (ts)

Polisi Patroli Sahur Di Jalan Raya Kota Tuban

SU94R FM RadioNet.com

Selama Puasa, Polisi Patroli Sahur.



Penulis : Muhaimin
TUBAN
 
 Foto : Personil Kanit Turjawali saat melakukan patroli sahur
seputartuban.com – Selama bulan Ramadhan ini, jajaran Satlantas Polres Tuban melakukan patroli sahur. Kegiatan ini dilakukan tiap menjelang sahur dan dimulai dari kawasan Patung Letda Sotjipto Tuban.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban, Iptu Musa Bachtiar kepada seputartuban.com, Rabu (25/07/2012) mengatakan bahwa patroli sahur dengan musuk tongklek ini dimulai sejak pukul 02.45 WIB. Dan tiap paginya melalui jalur yang berbeda. “kalau tadi pagi melewati wilayah Perbon, Wali Songo dan Latsari,” ungkapnya.
Kegiatan ini selain bertujuan untuk membangunkan warga, juga menjaga kemanan kawasan selama Ramadhan,”tujuanya untuk membangunkan masyarakat untuk makan sahur, patroli keamanan lingkungan sekaligus menyampaikan pesan Kamseltibcar lantas dan Kamtibmas,” tegasnya.

BLANGGUR PT.Semen Gresik Ada di Sembilan Kota

SU94R FM RadioNet.com

PT SG Bagikan Santunan di 9 Kota dalam Blanggur Ramadhan

kotatuban.com – Helat road show Blanggur Ramadhan PT Semen Gresik (SG) akan menghibur masyarakat di sembilan kota, di Jatim dan Jateng yang dimulai dari Gresik, Kamis (26/07/2012). Blanggur Ramadan PT SG sendiri sudah diadakan empat kali berturut-turut sejak 2009.
Selama keliling kota, Blanggur Ramadhan PT SG juga membagikan 20.000 bungkus takjil, 1500 tong sampah, 1000 pohon produktif (pohon mangga dan durian), 10.000 jilbab dan uang santunan sebesar Rp 90 juta setiap singgah di kota yang diberikan ke Panti Asuhan.
Sembilan Kota dari Jatim yaitu Tuban, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan Bangkalan. Untuk kota-kota di Jateng diantaranya Rembang dan Semarang.
“Blanggur Ramadhan PT SG adalah salah satu upaya melestarikan budaya Jawa yaitu masyarakat tempo dulu, khususnya masyarakat Gresik dalam menyambut buka puasa di alun-alun Gresik,”  kata Direktur Keuangan PT SG, Ahyanizaman.
Blanggur Ramadhan PT SG ini diangkut dengan Truk Trailer diiringi Warung Mobil yang akan singgah di sembilan kota tersebut.
“Blanggur Ramadhan PT SG selama dua hari di Kota yang disinggahi dengan memberikan hiburan musik religi, dan membaca Alquran digital melalui multimedia yang disajikan dengan menarik,”  tambah Ahyanizaman. (lea)

TRAGEDI 27 Juli PDI Berdarah

SU94R FM RadioNet.com

Tragedi 27 Juli Berdarah

kabartuban.com – Peristiwa 27 Juli 1996 sulit terlupakan bagi sebagian besar bangsa Indonesia, khususnya bagi Partai berlogo Banteng. Perebutan paksa atas kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Jl. Diponegoro No. 58 Jakarta Pusat menyisakan torehan sejarah Demokrasi Indonesia.
Dalam peristiwa yang dikabarkan merupakan penyerbuan kubu PDI Soerjadi (Ketua umum versi kongres Medan), dukungan pemerintah dan TNI waktu itu atas pengambilan paksa kantor PDI meluas dan menjadi tragedi berdarah.
Sejak Kamis (26/7), banyak pihak di tanah air memperingati tragedi tersebut. Di Jakarta, Srikandi Demokrasi Indonesia (SDI) meluncurkan buku “Menyusuri Jalan Perubahan” karya Ribka Tjiptaning Proletariyati.
Di Posko Prospera, Jl. Diponegoro 58 sore hari, Ribka Tjiptaning Proletariyati yang merupakan anggota Komisi IX DPR RI dari PDI-P itu mengatakan, “Peringatan ini bukan sekadar mengingat Tragedi Berdarah yang meruntuhkan posko PDI pada enam tahun silam, tetapi juga dengan buku yang diluncurkannya ini akan menunjukkan jalan perubahan baru bagi bangsa Indonesia.”
Di lain pihak,Koalisi Nasional Tolak SBY-Budiono melakukan long march di jalan Proklamasi, Jakrta Pusat. Menurut mereka, SBY harus bertanggung jawab atas Malapetaka 27 Juli (Matatuli) itu. Dalam pandangan banyak pihak, SBY ikut terlibat dalam peristiwa tersebut, karena saat itu SBY menjabat sebagai Kasdam Brigjen TNI AD, yang memimpin langsung rapat penyerbuan pada tanggal 24 Juli.
Namun, tragedi yang tidak terlupakan bagi keluarga besar PDI-P tersebut, menjadi keuntungan politis bagi Megawati Soekarno Putri, yang hingga kini masih memegang kendali bendera Banteng. Secara Nasional, simpatik massa PDI mengalir kepada putri Bung Karno itu, dan hingga kini mengukuhkan dirinya sebagai penguasa PDI yang kemudian berubah brand menjadi PDI-Perjuangan. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang pakar politk di Jakarta, saat dikonfirmasi kabartuban.com via ponsel.
Di Tuban sendiri, banyak simpatisan PDI-P yang mengklaim bahwa massa PDI-P masih sangat kuat, dan selalu siap menghadapi pola permainan poltik apa pun di Bumi Ronggolawe. Salah seorang ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI-P di Tuban mengatakan, “Simpatisan PDI-P sangatlah banyak. Kita tidak pernah kawatir dan akan maju terus dalam percaturan politik. Saat ini PDI-P juga sudah mulai melakukan penjaringan untuk bakal calon anggota legislatif, dan kita juga sedang sibuk KTA (nisasi).”
Lebih lanjut kader PDI tulen yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan, “Kita akan terus bergerak dan optimis untuk bisa maju menjadi partai penguasa mas.” Terkait dengan peringatan tragedi 27 Juli, di Tuban sendiri tidak terlihat acara peringatan yang terlalu menonjol. “Tapi bagaimanapun juga tragedi tersebut erupakan pelajaran berharga bagi perjalanan panjang PDI-P mas,” tambah seorang simpatisan PDI-P saat ditemui kabartuban.com (im)

Kamis, 26 Juli 2012

Asyik Telepon, Tewas Tabrak Tronton Parkir

SU94R FM RadioNet.com

Berkendara Sambil Pakai Hp, Tewas Tabrak Truck Parkir.




Penulis : Hanafi
TUBAN
seputartuban.com – Perlu menjadi pelajaran kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) ini, pasalnya seorang sopir yang sedang mengemudikan kendaraanya sambil menelepon berujung maut. Seorang Kenek Pick Up Nopol W 8220 NH bernama Nanang Yunarko (36) warga Kelurahan Banjarsugihan, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya tewas dalam laka lantas di Jl. Pahlawan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, Rabu (25/07/2012), 14.30 WIB.
Kecelakaan yang mengakibatkan terjepitnya badan kenek asal kota pahlawan itu bermula saat, pengemudi Pick Up bernama Wahyudi Harsono (36) warga Desa Sambibulu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Timur menuju arah Barat. Sesampainya di Statiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kelurahan Gedongombo (Pom Bensin Sleko), Wahyudi mendapatkan telephone dari seseorang dan melakukan pembicaraan.
Selanjutnya pengemudi mobil yang bermuatan barang elektronik setengah jadi itu diduga kuat kurang memperhatikan situasi arus lalu lintas yang ada di depannya. Sehingga menabrak truck tronton nopol S 9768 UE yang sedang parkir di Selatan jalan menghadap ke arah Barat.
Kejadian laka lantas tersebut mengakibatkan Djuwari, sopir truck tronron mengalami luka pada tangan dan kakinya. Sedangkan Nanang Yunarko Meninggal dunia di tempat kejadian, serta Wahyudi Harsono luka ringan pada kakinya.
Kapolsek Kota tuban, AKP Basir saat dikonfirmasi seputartuban.com, Kamis (26/07/2012), menejelaskan bahwa kejadian naas yang merenggut nyawa korban laka lantas tersebut disebabkan karena kelalaian dan kurangnya kewaspadaan terhadap arah depannya.
“Laka lantas tersebut disebabkan karena kurangnya kewaspadaan  pengemudi pick up sehingga menyebabkan hilangnya nyawa, korban setelah divisum luar, kemudian diserahkan ke keluarga,” jelasnya.

Asyik Terima Telepon, Tabrak Truck Kenek Tewas.


26-7 main hp saat mengemudi
TUBAN, sosialnews.com – inilah akibatnya jika mengendarai kendaraan bermotor sambil asyik main telefon genggam, seperti yang di alami Nanang Yunarko (36) warga Keluarahan Banjarsugihan Kecamatan Tandes Surabaya, seorang kenek Pick Up Nopol W 8220 NH, tewas dengan mengenaskan dalam kecelakaan.
Bermula ketika Wahyudi Harsono (35) warga Sidoarjo yang juga sopir mobil Pick Up yang berpenumpang Nanang Yunarko, melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi melalui jalur Jl.Pahlawan, namun di tengah perjalanannya melaju kearah barat Wahyudi menerima Telepon dari rekannya.
Sambil menerima telefon, Wahyudi tetap melajukan kendaraannya tanpa mengurangi kecepatan kendaraanya, ketika sampai di pertigaan air mancur pahlawan Jl. Pahlawan Kelurahan Kedungombo Kecamatan Semanding, ada sebuah truk Nopol S 9768 UE yang dikemudikan Djuwari warga Kelurahan Ronggomulyo Kecamatan Kota hendak berhenti untuk parkir di lokasi setempat.
Lantaran kaget ada truk di depanya, dan tidak bisa mengendalikan rem mobilnya Wahyudi kemudian menabrak truck tersebut di bagian body belakang, tak ayal mobil pick up yang dikemudikannya langsung ringsek seketika.
Sedangkan Nanang menjadi korban, terjepit kabin body depan pick up yang ringsek tersebut, lantaran luka yang dialami korban sangat serius, korban akhirnya meninggal di lokasi kejadian seketika. “Mungkin sopir terlalu teledor hingga tidak mewaspadai kendaraan yang ada di depanya,” ungkap AKP Noersento Kasubag Humas Polres Tuban, Kamis (26/07). (ayik)
Ngebut, Tabrak Tronton Parkir, Tewas Tergencet
Kamis, 26 Juli 2012
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatim.com) - Sebuah kendaraan pick up yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak kendaraan truk tronton yang sedang parkir di tepi jalan Pahlawan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Akibatnya satu korban tewas tergencet body mobil.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dhimpun beritajatim.com, kejadian kecelakaan maut tersebut berawal saat sebuah kendaraan pick up nopol W 8220 NH yang dikemudikan oleh Wahyudi Harsono (36), asal Kabupaten Sidoarjo, melaju dari arah timur ke barat.

Kemudian pada saat sampai di tempat kejadian perkara (TKP) jalan Pahlawan, pengemudi dari pick up yang berpenumpang satu orang tersebut kurang memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya sehingga langsung menabrak truk tronton nopol S 9768 JE yang dikemudikan oleh Djuari (51), warga Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Kota Tuban dari arah belakang.

Akibat dari benturan yang sangat keras, kendaraan pick up mengalami ringsek di bagian depannya dan mengakibatkan Wahyudi pengemudi dari kendaraan tersebut berserta dengan penumpangnya Nanang Yunarko (36), asal Surabaya terjepit body kendaraan pick up tersebut selama beberapa menit.

"Dari kejadian tersebut pengemudi dari pick up tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian karena tergencet, sedangkan untuk penumpangnya hanya mengalami luka-luka," terang AKP Sugeng ST, Kasat Lantas Polres Tuban, Kamis (26/07/2012).

Saat ini petugas kepolisian dari Polres Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui peyebab pasti dari kecelakaan tersebut, petugas telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata. [mut/but]

TOKO JUID JAYA

BERITA POPULER SUGAR FM