Digital clock

BANNER

SUGAR FM WELCOME

SUGAR FM MENYAMPAIKAN BERITA SEPUTAR TUBAN.

KABAR SEPUTAR TUBAN

MENU BARU

JAM SUGAR FM

Selasa, 03 Januari 2012

"Saya tidak Takut Silakan Lapor Bupati"

SU94R FM RadioNet.com

“Silakan Lapor Bupati, Saya tidak Takut ”

Tuban – Oknum pejabat menggertak ‘wong cilik’ ternyata masih menjadi budaya di Tuban. Sebuah ironi yang jauh bertentangan dengan prinsip-prinsip reformasi dan tekad menciptakan pemerintah yang bersih dan berwibawa pasangan Bupati KH Fathul Huda dan Wakil Bupati H. Noor Nahar Hussein.
Gertak-menggertak itu, justru dilakukan oleh seorang oknum Pengawas Sekolah (PS) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) di wilayah Kecamatan Semanding ketika berlangsung sosialiasi rencana merger SDN Bektiharjo IV ke SDN Bektiharjo V beberapa waktu lalu, saat Ketua Komite SDN Bektiharjo IV, Naim, mempertanyakan alasan merger.
“Rencana merger yang dilontarkan tersebut, sangat tidak rasional dan terkesan dipaksakan. Saya dan semua wali murid mempertanyakan apa dasar hukum, malah ditantang suruh lapor Bupati kalau tidak mau menerima peleburan SDN Bektiharjo IV ke SDN Bektiharjo V. Lho, ini kan omongan anak kecil. Saya kira wajar hal tersebut ditanyakan. Sementara, Pak Joko Setiyono yang merangkap sebagai Kepala Sekolah di kedua SDN tersebut malah keluar ruangan,” kata Naim, di rumahnya, Senin (02/01/2012).
Persoalan tersebut kemudian lantas bergulir berkepanjangan dan membuat resah semua wali murid SDN Bektiharjo IV yang menolak rencana merger. Yang membuat mereka tambah kecewa, tutur Naim, Joko Setiyono malah marah-marah dan menyilahkan para Wali Murid yang berencana mencabut anak-anaknya dari SDN Bektiharjo IV ke Sekolah lain.
Naim mengatakan, upaya merger dua Sekolah tersebut tidak rasional dan seperti dipaksakan. Kalau pun harus dimerger, seharusnya SDN Bektiharjo V gabung jadi satu dengan SDN Bektiharjo IV. Bukan sebaliknya.
“Tapi, itu pun banyak Wali Murid SDN Bektiharjo V banyak yang tidak setuju. Di sisi lain, kalau menilik pada status lokasi sekolah, SDN Bektiharjo IV berdirin di atas lahan sendri alias sudah bersertifikat. Sedang, tanah yang ditempati SDN Bektiharjo V, sepanjang yang kami ketahui, berada di atas tanah milik pekuburan desa setempat,” tutur Naim.
SituasI menjadi makin panas dan tidak menentu, ketika pada tahun ajaran baru lalu yang sudah mendaftar di SDN Bektiharjo IV tiba-tiba langsung dimasukkan sebagai siswa SDN Bektiharjo V tanpa pemberitahuan sebelumnya.  Sebagai ketua Komite Sekolah, tentu saja, Naim berang dan tidak bisa menerimannya.
“Saya punya dasar untuk memperjuangkan pendidikan anak-anak. Disamping apa yang terjadi tidak masuk akal, saya diberikan amanat oleh wali murid,” tukas Naim.
Merasa tidak ada jalan keluar, Naim lantas mengadukan hal tersebut ke pihak Inspektorat. Oleh petugas di sana dia diarahkan menemui pejabat di Disdikpora.
“Di Disdikpora, saya diterima langsung oleh Pak Tris (Kepala Dinas) dan diberi penjelasan bahwa merger baru usulan dan belum ada rekomendasi resmi dan diminta menghadap Kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Semanding. Di sana saya juga memperoleh jawaban sama. Pertanyaannya sekarang, belum ada surat resmi merger kok sudah dilakukan. Anehnya lagi, yang dimerger hanya kelas 1 saja,” ungkap Naim.
Akibat ketidakjelasan status tersebut, sampai kini Siwa kelas 1 yang dimerger ke SDN Bektiharjo V belum mendapat buku Rapor. Begitu pula tunjangan BOS. Seorang Guru di sekolah tersebut menyatakan, alokasi buku rapor untuk siswa kelas 1 hingga kini belum diterima.
“Jadi anak-anak  kelas 1 belum menerima rapor karena belum saya kerjakan,” tuturnya sembari menambahkan rencana merger tersebut belum perlu dan masih perlu dikaji lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

" S U G A R . F M " . STUDIO UTAMA GEMA AREK RONGGOLAWE FULL MUSIC, Radio SU94R FM 94.00 MHz Tuban Jawa Timur Indonesia, INFO TUBAN ada di: sugarfm.blogspot.com, BERITA SEPUTAR TUBAN ada di: sugarfmradionet.blogspot.com